Rupiah Awal Pekan Menguat Usai The Fed Pangkas Suku Bunga

indopos.co.id – Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi (16/3/2020), bergerak menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.753 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.778 per dolar AS.

Kurs rupiah menguat usai Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) pangkas suku bunga acuan. Pada pukul 09.41 WIB, rupiah bergerak menguat 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.770 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.778 per dolar AS.

Baca Juga :

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan meski rupiah terapresiasi namun masih rentan untuk melemah. Ariston memprediksi rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.450 per dolar AS hingga Rp14.560 per dolar AS.

“Rupiah masih rawan koreksi, soalnya instrumen lain masih melemah terhadap dolar AS. Indeks saham Asia juga sebagian negatif,” ujar Ariston  di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca Juga :

Penanganan COVID-19 Pengaruhi Nilai Rupiah

Menurut Ariston, pemangkasan suku bunga oleh The Fed hingga mendekati nol persen dan stimulus moneter tambahan lainnya, belum memberikan dampak positif ke pasar keuangan terutama aset berisiko. “Karena mungkin perhatian pasar masih tertuju kepada pandemi global virus corona,” kata Ariston.

Mengawali pekan, The Fed menurunkan suku bunga acuan 100 basis poin menjadi 0,25 persen dan melancarkan quantitative easing sebesar 700 miliar dolar AS yang diharapkan dapat membantu pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini.

Baca Juga :

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (16/3/2020) dibuka melemah 91,6 poin atau 1,87 persen ke posisi 5.815,97. Pada awal pekan IHSG masih tertekan oleh sentimen wabah COVID-19 atau virus corona.

Pada pukul 09.20, IHSG melemah 176,49 poin atau 3,6 persen ke posisi 4.731,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 37,96 poin atau 4,88 persen menjadi 739,31.

“Kami menilai, efek virus crona pada pasar domestik masih akan mendominasi pasar pada hari ini dan berpotensi menurunkan frekuensi transaksi dan menekan pergerakan IHSG,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam riset yang dikutip media di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Mengawali minggu ini, The Fed menurunkan suku bunga acuan 100 basis poin menjadi 0,25 persen dan melancarkan “Quantitative Easing” (QE) sebesar 700 miliar dolar AS yang diharapkan dapat membantu pelemahan ekonomi yang terjadi.

Di pasar Eropa, rencana QE sebesar 120 miliar Euro dari European Central Bank (ECB) turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap krisis Eropa. Pekan lalu, pasar AS turut ditutup positif merespons pernyataan The Fed yang akan mendorong pasar dengan melakukan pembelian bertahap dimulai dengan obligasi tenor 30 tahun serta wacana pembebasan pajak dari Presiden AS Donald Trump.

Hari ini, data neraca perdagangan Indonesia periode Februari 2020 akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Konsensus memperkirakan ekspor akan turun 6 persen dan impor turun 3,08 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 38,8 poin atau 0,22 persen ke 17.649,9, indeks Hang Seng melemah 542,3 poin atau 2,26 persen ke 23.490,6, dan indeks Straits Times melemah 70,53 poin atau 2,68 persen ke 2.563,47. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.