Kemendag Percepat Importasi Alat Kesehatan untuk Melawan Virus Corona

indopos.co.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempercepat importasi alat kesehatan dan pelindung diri. Yakni dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87 M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

Permendag ini diterbitkan sebagai tindak lanjut diterbitkannya Keppres Nomor 9 Tahun 2020. Melalui Keppres tersebut, Presiden Joko Widodo menetapkan agar importasi barang yang digunakan untuk penanganan virus corona (Covid-19) mendapatkan perlakuan khusus dalam aturan impor.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, melalui Permendag pihaknya melakukan relaksasi atau kemudahan impor produk tertentu. “Khususnya terkait importasi produk alat kesehatan dan alat pelindung diri. Produk-produk tersebut adalah masker, pakaian medis, sarung tangan dan alat kesehatan lainnya,” jelasnya, di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Agus melanjutkan, relaksasi impor yang diberikan adalah pengecualian atas satu-satunya persyaratan yang ada. Yaitu ketentuan Laporan Surveyor (LS) di negara asal atau pelabuhan muat, dan pembatasan pelabuhan masuk. Sehingga impor atas produk-produk tersebut tidak memerlukan perizinan apapun.

“Relaksasi ini akan diberikan sampai dengan 30 Juni 2020. Pengapalan produk-produk tertentu tersebut hanya perlu dibuktikan dengan Bill of Loading (B/L),” ujarnya.

Secara teknis, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan, jenis-jenis barang yang dikecualikan dari ketentuan LS tersebut adalah preparat pewangi ruangan baik mengandung desinfektan maupun tidak.

Kemudian kertas dan tisu, diresapi atau dilapisi dengan pewangi atau kosmetik. Produk antiseptik mengandung sabun maupun tidak. Stocking untuk penderita varises, dari serat sintetik. Pakaian pelindung medis. Pakaian yang digunakan untuk pelindung dari bahan kimia atau radiasi dan pakaian bedah.

Kemudian juga examination gown terbuat dari serat buatan. Masker bedah. Masker lainnya dari bahan nonwoven, selain masker bedah. Termometer infra merah. Sanitary towel, tampon saniter, popok bayi dan barang semacam itu dari bahan selain tekstil, kertas atau pulp kertas untuk sekali pakai.

“Dengan diterbitkannnya Permendag ini, diharapkan dapat mempercepat masuknya alat-alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi Covid-19 ini. Sehingga ketersediaan alat tercukupi dan tidak terjadi kekurangan,” pungkasnya. (dai)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.