PDIP Minta Panlih Wagub DKI Tunggu Wabah Virus Corona usai untuk Paripurna

 

indopos.co.id – Legislator PDIP DKI Jakarta Sjahrial meminta Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Jakarta menunggu wabah cirus Corona jenis baru atau COVID-19 usai.  Seperti diketahui, saat sudah ada dua calon wakil gubernur yang diajukan masing-masing partai, A Riza Patria (Gerindra) dan Firmansyah Lubis (PKS).

Baca Juga :

Atau setidaknya aktivitas PNS dan DPRD DKI Jakarta kembali normal untuk menggelar sidang paripurna pemilihan Wagub DKI Jakarta sebagai pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan atau pengganti Sandiaga Uno yang mundur karena bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendampingi calon presiden (Capres) Prabowo.

Pasalnya, pelaksanaan pemilihan wakil gubernur (pilwagub) DKI yang melibatkan banyak orang, sangat berisiko menjadi ajang penularan Virus Corona COVID-19 bagi masyarakat dan anggota dewan yang menghadiri rapat paripurna wagub tersebut.

Baca Juga :

Jakarta Lengang

“Jangan mengorbankan orang banyak, hanya untuk persoalan pemilihan wagub yang tidak mendesak. Kan temen-temen Panlih bisa bersabar hingga 5 April,” ujar Sjahrial dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Karena itu, Sjahrial mempertanyakan adanya rencana melaksanakan agenda pemilihan wagub di tengah wabah Corona, terlebih menurutnya Jakarta saat ini belum mencapai puncak penularan, sehingga dia mengharapkan Bamus DPRD DKI tidak gegabah menjadwalkan paripurna dan memaksakan Pilwagub akhir Maret.

“Pertanyaan saya sederhana, kenapa buru-buru. Kan masih bisa menunggu kondisi terkendali. Tidak usah dululah Bamus DPRD menggelar rapat. Kalau sudah pegawai sekwan aktif, DPRD kembali aktif, baru dimulai lagi aktifitasnya,” ujar Syahrial, politisi PDIP Jakarta.

Kalau sekarang ini, nilai Syahrial, pegawai sekwan saja kerja dari rumah. Jadi mana mungkin DPRD memanggil mereka untuk datang ke kantor gedung DPRD.

Anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaktim ini juga mengingatkan agar panlih menyadari persoalan COVID-19 ini merupakan bencana dunia, sehingga diperlukan kesabaran dan kesadaran membantu pemerintah serta petugas medis dalam menekan risiko penularan di masyarakat.

“Kalau memang dilaksanakan, polisi harus bertindak tegas, dengan membubarkan paripurna Pilwagub. Karena sesuai maklumat Kapolri, tidak boleh ada keramaian,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panlih DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Basri Baco sempat mengungkapkan bahwasanya rapat paripurna pemilihan wakil gubernur (wagub) bakal digelar besok Jumat (27/3/2020) dan saat ini pihaknya tengah mengurus surat izin kepada Polda Metro Jaya agar diperbolehkan menggelar acara tersebut.

“Makanya, sekarang ini pimpinan dewan sedang berkirim surat ke Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan DKI untuk meminta izin apakah diperbolehkan menggelar acara paripurna pemilihan Wagub atau tidak. Karena kami juga gak mau tiba-tiba acara nantinya dibubarkan oleh polisi,” kata Baco.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan belum ada surat pemberitahuan yang masuk dari DPRD DKI Jakarta terkait akan digelarnya pemilihan wagub pada Jumat besok 27 Maret 2002. “Ya belum ada surat masuk,” kata Yusri saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Yusri menyebut pihaknya belum dapat memastikan digelarnya acara itu, tapi biasanya pihak kepolisian terlibat untuk melakukan pengamanan. “Kita belum tahu acaranya jadi atau tidak, tapi biasanya kita pengamanan, kita kan punya petugas disana biasa kegiatan didalam aja,” katanya.

Lebih jauh Yusri mengingatkan bahwa pihaknya melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi dan Maklumat yang dikeluarkan oleh Kapolri untuk melakukan social distancing dan tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang atau keramaian.

“Kalau itu memang iya, kan sudah ada maklumat Kapolri, kan maklumat sudah jalan. Salah satunya seperti itu, social distancing kan menjaga jarak,” katanya.

Diketahui, hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional dalam laman covid19.go.id, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 790 kasus dan dari jumlah itu, 701 kasus masih dalam perawatan, 31 pasien sembuh dan 58 orang meninggal dunia. (ant)

 

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.