Rupiah Kembali Terkoreksi, IHSG Lanjut Menguat Terbawa Sentimen Positif Global

indopos.co.id Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (23/4/2020) kembali terkoreksi. Namun diprediksi masih berpotensi menguat. Pada pukul 10.14 WIB, rupiah melemah 93 poin atau 0,6 persen menjadi Rp15.543 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.450 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menuturkan, sentimen positif kembali berlanjut pagi ini ke pasar Asia, melanjutkan sentimen positif sejak pembukaan pasar Eropa kemarin hingga penutupan pasar AS subuh tadi.

Baca Juga :

“Rupiah masih ada peluang menguat. Sentimen negatif masih dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap kemampuan dunia mengatasi virus corona yang telah mendorong penurunan ekonomi global,” kata Ariston di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Pasar berharap lockdown akan segera dibuka dengan mulai melandainya pertumbuhan jumlah orang yang terjangkit virus di beberapa negara Eropa dan di AS. Selain itu sentimen positif datang dari akan disetujuinya stimulus tambahan dari pemerintah AS sebesar lebih dari 480 miliar dolar AS oleh DPR AS.

Baca Juga :

IHSG Mantap di Posisi Zona Hijau

“Reboundnya harga minyak mentah juga membantu sentimen postif. Harga minyak menguat hingga ke level 14,6 dolar AS per barel untuk West Texas Intermediate (WTI) dan 21 dolar AS per barel untuk Brent,” terang Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.400 per dolar AS hingga Rp15.550 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (23/4/2020) menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp15.630 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp15.567 per dolar AS.

Sementara itu Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi (23/4/2020) menguat terbawa sentimen positif global. Pada pukul 09.36 WIB, IHSG dibuka menguat 51,18 poin atau 1,12 persen ke posisi 4.618,74.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,52 poin atau 1,54 persen menjadi 692,92. “Kami melihat IHSG hari ini berpotensi kembali melanjutkan penguatannya pada Rabu kemarin seiring katalis utama minggu ini, yaitu harga minyak dan emas sedang dalam uptrend,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip media di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Bursa saham AS ditutup naik. Pasar merespon positif kenaikan harga minyak yang menguat hingga ke level 14,6 dolar AS per barel untuk West Texas Intermediate (WTI) dan 21 dolar AS per barel untuk Brent. Harga emas juga turut naik ke level 1.737 dolar AS per troy ons. Bursa Eropa turut ditutup menguat merespon penguatan harga minyak.

Dari sisi domestik, terlihat saham yang memiliki bobot besar pada IHSG seperti saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan saham perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) mulai masuk ke beli bersih asing atau “foreign net buy” sehingga berpotensi mendorong naik IHSG.

Rilis data yang ditunggu investor adalah data penjualan rumah baru AS per Maret 2020 yang diperkirakan minus 15 persen (mom) dibandingkan bulan sebelumnya minus 4,4 persen.

Selain itu, data klaim pengangguran awal AS per 18 April 2020 menurut konsensus akan berada pada level 4,2 juta pekerja, lebih sedikit dibandingkan Maret 2020 sebanyak 5,3 juta pekerja. Ekspektasi tersebut merefleksikan bahwa efek negatif pandemi COVID-19 mulai mencapai puncak dan diharapkan mulai bergerak melambat.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 128 poin atau 0,67 persen ke 19.265,9, indeks Hang Seng menguat 23 poin atau 0,1 persen ke 23.916,4, dan indeks Straits Times melemah 2,48 poin atau 0,1 persen ke 2.547,56. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.