Kantongi Surat DPM-PTS, Jadi Modal Penipuan Investasi Singkong di Riau

indopos.co.id – PT STM yang diduga telah melakukan aksi penipuan berkedok investasi tanaman singkong, ternyata hanya bermodalkan surat keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Pelalawan.
Untuk diketahui bahwa dalam surat tersebut menerangkan bahwa telah terjadi adanya kesepakatan kerja sama (MoU) antara PT STM dengan masyarakat Desa Kusuma yang diwakili oleh Tim 15 untuk kegiatan penanaman Singkong, Aren, Pinang dan Jagung di areal tanaman kehidupan HPHTI PT Arara Abadi, kawasan Sorek, Pelalawan, Riau.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Pelalawan, Budi Surlani membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat keterangan atas permintaan dari Dirut STM, namun Ia membantah bahwa surat tersebut dijadikan oleh terduga sebagai surat izin ataupun surat rekomendasi.
“Bukan izin, sama sekali bukan izin. rekomendasi? Bukan,” katanya saat dihubungi wartawan.
Budi juga mengatakan bahwa Dirut STM tersebut berdalih memerlukan surat untuk mendapat pinjaman dari BLU Pusat P2H Kementerian LHK. Selain itu, Budi juga mengungkapkan kalau pihaknya tidak tahu jika surat tersebut itu untuk menggaet investor lain.
“Saya tanya ini apa? Dia bilang mau ngajuin pinjaman dana di BLU KLHK, semacam surat keterangan lah. Kalau dibaca itu namanya surat keterangan itu. Izin tidak ada, rekomendasi tidak ada,” kata Budi menjelaskan.
Dengan bermodalkan surat itu juga Direktur PT STM melakukan aksinya kepada investor dengan iming-iming hasilnya akan diberikan kepada anak yatim dan pesantren sebanyak 10 persen dan juga sumbangan untuk kegiatan pesantren dan lainnya.
Lebih lanjut Budi bahwa pihaknya tak menyangka bahwa surat keterangan yang dia keluarkan untuk membantu PT STM mendapatkan pinjaman dari BLU Pusat P2H, malah disalahgunakan untuk menipu korban berkedok investasi tanaman singkong unggul.
“Saya tidak tahu jika dia gunakan surat itu untuk menipu. Saya bilang Astaghfirullah,” terang Budi. (yay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.