9 Hari PSBB Berjalan, Polda Banten Keluarkan 3.813 Teguran Simpatik

indopos.co.id – Kepolisian daerah (Polda) Banten melakukan evaluasi kepatuhan masyarakat terhadap pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya, Senin (27/4/2020).

Dalam evaluasi PSBB di Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, Kepolisian Daerah (Polda) Banten menemukan 3.813 pelanggar.

Baca Juga :

Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi menyampaikan, hasil evaluasi kegiatan PSBB di Kabupaten Tangerang selama 9 hari mendata kendaraan sebanyak 289.706 unit yang masuk, serta 3.462 kegiatan dari 6 Satgas Aman Nusa terkait upaya pencegahan Covid-19.

Sedangkan terkait jumlah data perbandingan Covid-19 pada Sabtu (26/4/2020) dan Minggu (27/4/2020) di wilayah Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan Jumlah ODP (orang dalam pemantauan) naik 6 orang dari 204 orang menjadi 210 orang. Jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) naik 4 orang dari 123 menjadi 127. Jumlah positif tetap 24 orang dan meninggal dunia 9 orang.

Baca Juga :

Kasus Penularan COVID-19 di Banten Bertambah

Edy Sumardi melanjutkan, di 6 lokasi check point tercatat 3.813 pelanggar yang diberikan teguran simpatik.

“Pelangaran yang ditemukan saat pelaksanaan PSBB yang dilakukan warga, seperti tidak memakai masker, konfigurasi jumlah dan posisi orang dalam kendaraan mobil, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan berbeda domisili,” kata dia.

Baca Juga :

Edy Sumardi mengatakan, bagi masyarakat yang melanggar dan tidak mengindahkan aturan yang tercantum dalam pelaksanaan PSBB, pihaknya akan memberikan teguran. “Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, baik itu KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidanan) maupun peraturan perundang-undangan yang lain,” ungkanya.

Diamengatakan, Polda Banten bersama TNI, Dishub (Dinas Perhubungan), Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait akan terus memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat.

“Hal itu dilakukan guna menumbuhkan kesadaran agar dapat mematuhi peraturan PSBB dalam upaya percepatan penanganan Covid-19,” tuturnya. (lib)

 

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.