Terminal Bus di Karawang Ditutup, 618 Pemudik Masuk Provinsi Lampung Meski ada Larangan

indopos.co.id – Sebanyak 618 orang pemudik asal berbagai daerah telah memasuki Provinsi Lampung selama periode 24 – 26 April 2020. Padahal saat ini ada larangan mudik sebagai langkah pencegahan persebaran wabah virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Lampung Reihana mengatakan, sebanyak 618 orang pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung terdeteksi atas adanya kerja sama Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta beragam instansi terkait.

“Pada periode 24 hingga 26 April 2020 telah tercatat ada 618 orang pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung meski telah ada larangan mudik dari Presiden sebagai langkah mencegah persebaran COVID-19,” kata Reihana di Bandarlampung, Selasa (28/4/2020).

Semua data pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung, kutip dia, didapatkan atas kerja sama dengan berbagai instansi, dengan selalu mengirimkan notifikasi data lengkap pemudik yang masuk ke Lampung. Ia menjelaskan, tidak semua pemudik yang masuk ke Provinsi Lampung dapat dimasukkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

“Memasukkan seseorang dalam kriteria ODP harus sesuai dengan syarat yang telah ada dalam buku panduan dari Kementerian Kesehatan yaitu seseorang yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit dengan memiliki gejala klinis seperti COVID-19, ” katanya.

Langkah pencegahan persebaran, menurut  Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, terus dilakukan salah satunya dengan meniadakan penyeberangan lintas Merak-Bakauheni bagi pejalan kaki, sepeda motor, mobil pribadi, angkutan orang, minibus dan bus.

“Pada tanggal tanggal 27 April hingga 31 Mei 2020 penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni tidak melayani pejalan kaki, sepeda motor, mobil pribadi, angkutan orang, minibus dan bus, sebagai langkah pencegahan persebaran COVID-19, ” kata Wagub.

Menurutnya, penyeberangan akan tetap dilakukan hanya untuk mengangkut logistik, barang kebutuhan pokok, obat-obatan, alat kesehatan, kendaraan pemadam kebakaran serta mobil jenazah.

Dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 antardaerah, kata dia, telah diterbitkan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19, yang mulai di terapkan sejak tanggal 24 April 2020.

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang, Jawa Barat menutup terminal bus menyusul dikeluarkannya kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang melarang mudik Lebaran tahun ini.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan setempat Dikhi Prayoga, di Karawang, Selasa, mengatakan penutupan Terminal Klari sudah dilakukan sejak akhir pekan lalu.

“Selain terkait kebijakan larangan mudik, terminal itu juga ditutup sementara sebagai bagian dari upaya pengendalian transportasi massal dalam pencegahan penyebaran virus corona,” terang Dikhi.

Seiring dengan ditutupnya terminal di Karawang, maka tidak akan ada lagi pelayanan rute pemberangkatan ke luar daerah atau antarkota antarprovinsi di Karawang. “Pelayanan bus sudah tutup,” katanya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, kendaraan bus tidak bisa masuk Klari, karena dua pintu terminal itu ditutup dengan menggunakan penghalang. Informasi dari Dinas Perhubungan setempat, terminal yang ditutup tidak hanya Terminal Klari. Terminal Cikampek juga akan segera ditutup.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karawang sebelumnya mengingatkan agar warga menunda mudik pada Lebaran tahun ini, karena aparat kepolisian sudah melakukan penyekatan di sejumlah titik.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karawang Fitra Hergyana, mengatakan saat ini virus corona masih terus menyebar ke sejumlah daerah. Karena itu, warga Karawang diingatkan menunda keinginannya untuk mudik. Hal tersebut perlu dilakukan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona.(ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.