IHSG Menghijau Seiring Dilonggarkannya Lockdown di AS, Rupiah Menguat Sejalan Positifnya Mata Uang Kawasan

indopos.co.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore (29/4/2020) menghijau seiring dilonggarkannya kebijakan karantina wilayah (lockdown) di Amerika Serikat dan Eropa.

IHSG Rabu sore (29/4/2020) ditutup menguat 37,77 poin atau 0,83 persen ke posisi 4.567,32. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,3 poin atau 1,39 persen menjadi 680,46.

Baca Juga :

Selasa Sore, IHSG Menguat dan Rupiah Melemah

“Penguatan IHSG ditopang sentimen eksternal, terutama mulai dibuka secara terbatasnya aktivitas ekonomi di beberapa negara bagian Amerika dan Eropa,” kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, kata Mino, penguatan indeks dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil rapat bank sentral AS The Federal Reserve yang akan dirilis tengah malam nanti.

The Fed kemungkinan masih akan mengeluarkan pernyataan yang “dovish” yang masih mendukung kebijakan pelonggaran moneter untuk membantu memulihkan perekonomian yang terdampak wabah. Dibuka menguat, IHSG nyaman bergerak di teritori positif hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, tujuh sektor meningkat dimana sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 3,72 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor manufaktur masing-masing 2,79 persen dan 1,82 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dimana sektor properti turun paling dalam yaitu minus 1,07 persen, diikuti sektor perdagangan dan sektor keuangan dasar masing-masing minus 0,46 persen dan minus 0,42 persen. Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp401,72 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 460.913 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,82 miliar lembar saham senilai Rp6,05 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 183 saham menurun, dan 150 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Shanghai menguat 12,42 poin atau 0,44 persen ke 2.822,44, indeks Hang Seng menguat 67,6 poin atau 0,28 persen ke 24.643,6, dan indeks Straits Times menguat 12,73 poin atau 0,5 persen ke 2.575,68.

Sementara itu Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu sore (29/4/2020) menguat sejalan dengan positifnya mayoritas mata uang kawasan terhadap dolar AS. Rupiah ditutup menguat 150 poin atau 0,97 persen menjadi Rp15.295 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.445 per dolar AS.

“Pasar akan mencermati apakah bank sentral AS The Fed akan memberikan petunjuk tentang arah kebijakan di masa depan setelah merespon kehancuran ekonomi akibat pandemi COVID-19 dengan memangkas suku bunga, membeli obligasi dan memberikan dukungan di pasar kredit,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

The Fed akan menggelar rapat malam nanti dan kemungkinan masih akan mengeluarkan pernyataan yang “dovish”, yang masih mendukung kebijakan pelonggaran moneter untuk membantu memulihkan perekonomian yang terdampak wabah.

Namun, The Fed juga mungkin tidak akan mengubah tingkat suku bunga acuannya karena kebijakan stimulusnya sudah cukup besar. Kasus positif COVID-19 di AS sendiri telah mencapai 1,03 juta jiwa semalam dimana pasien sembuh mencapai 142 ribu orang dan yang meninggal 59.266 jiwa.

Fokus investor kini semakin meningkat pada rencana untuk pelonggaran lockdown dan pemulihan ekonomi global yang terpukul akibat pandemi COVID-19. Dari domestik, kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta terus menurun, yang mengindikasikan kemungkinan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di awal Juni akan dilonggarkan dan diprediksi akan diikuti oleh provinsi-provinsi lain sehingga perekonomian kembali berjalan.

“Ini menjadi angin segar bagi pasar dan wajar dalam perdagangan hari ini. Arus modal asing kembali membanjiri pasar valas dan obligasi sehingga mata uang garuda kembali digdaya,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp15.355 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp15.295 per dolar AS hingga Rp15.395 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp15.415 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp15.488 per dolar AS. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.