Alexa Metrics

Belajar dan Mendengar Agar Benar

Belajar dan Mendengar Agar Benar indopos 1

Catatan: Heru Lelono, Pengamat Kebijakan Publik

Percaya diri adalah sebuah keharusan bagi manusia, bukan saja untuk mendorong semangat dalam mengarungi kehidupan diantara jutaan manusia lain, tetapi juga untuk menjaga nama baik dan kehormatan pribadi.

Tetapi percaya diri yang berlebihan atau over self confidence bisa membuat seseorang terjerumus kedalam lubang kesombongan. Lubang yang penuh dengan rasa benar sendiri, tidak ada kebenaran lain. Lubang yang membuat seseorang buta melihat dan tuli mendengar kalimat orang diluar.

Seseorang yang berada dalam kondisi tersebut akan berhenti ditengah jalan, sementara lalu lintas kehidupan terus melaju saling bersalipan.

Kemampuan dan kepribadiannya tidak lagi bisa maju kedepan mengikuti perkembangan kehidupan, dan akhirnya menjadi yang terbelakang dibanding kemajuan yang secara alami selalu terjadi.

Pracerita diatas perlu dicantumkan sebagai dasar catatan yang saya buat dibawah ini.

Catatan ini terdorong oleh kisah keberhasilan Taiwan mengendalikan dan menjaga masyarakatnya dari keganasan virus corona, Covid-19. Bahkan ada yang sampai menjuluki Taiwan sebagai Hero dalam melawan Covid-19. Saya tidak berbicara tentang latar belakang politik Taiwan atau populasi penduduknya. Tetapi yang jelas letak Taiwan hanya sejengkal dari China.

Hal yang menarik dicatat adalah mengapa penderita akibat Covid-19 di Taiwan sangat rendah, dan sampai saat ini tidak lagi menyebar dengan korban meninggal 6 (enam) orang.
Ada tiga kebijakan utama yang diterapkan pemerintah dan secara taat dilakukan masyarakatnya.

Kebijakan utama itu adalah, begitu mendengar kabar adanya penyebaran virus di Wuhan China dibulan Desember 2019, pemerintah Taiwan langsung melarang penerbangan dari Cina atau yang melalui China untuk mendarat di bandara yang ada di Taiwan. Kebijakan cerdas ini menjadi kebijakan pertama yang dilakukan oleh sebuah pemerintahan, diantara negara-negara lain didunia. Saya bisa katakan kebijakan ini sebagai kunci keberhasilan, Keys to Succes Taiwan menghadapi Covid-19.

Kebijakan lain yang segera diterapkan adalah pemakaian masker bagi seluruh masyarakat dan social distancing.

Semua itu dilakukan oelh Taiwan sendiri tanpa bantuan negara lain atau organisasi luar seperti WHO.

Menurut berita, hari ini tidak ada penutupan berbagai kegiatan masyarakat disana. Sekolah buka seperti biasa, toko-toko juga buka seperti biasa. Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat disana tetap berjalan normal. Bahkan kegiatan kompetisi olah raga tetap berjalan walau tanpa penonton, karena adanya himbauan social distancing. Yang berbeda dibanding sebelumnya mungkin bahwa semua masyarakat yang ada diluar rumah semua memakai masker.

Dari semua kebijakan pemerintah Taiwan untuk menangkal penyebaran Covid-19 dinegaranya, menurut saya yang paling penting dan benar adalah melarang penerbangan dari atau yang transit di China untuk mendarat di Taiwan. Kecepatan penerapan kebijakan ini pasti yang membuat masyarakat Taiwan terhindar dari semakin melebarnya pendemi Covod-19.

Kebijakan ini bak seorang sopir bis yang mengerti bahwa kendaraannya remnya panas dan tidak berfungsi normal. Dia segera berhenti mengganti canvas rem kendaraannya. Sang sopir bijak ini faham benar, bila dia terlambat berhenti mengganti canvas remnya, kemungkin besar akan mengalami kecelakaan yang bisa merenggut banyak nyawa penumpangnya. Bukan juga dia berhenti, tetapi tidak mengganti canvas rem, tetapi mengganti busi. Atau berhenti untuk minum kopi sambil menunggu remnya dingin dengan sendirinya kembali.

Ceritanya akan sangat berbeda bila sang sopir ini tidak berhenti dan mengganti canvas rem, karena takut diancam salah satu penumpang yang merasa sebagai pihak yang memberi modal perusahaan tempat sang sopir bekerja.

Nampaknya sopir-sopir bis di Taiwan sungguh profesional dan menjiwai pekerjaannya yang harus berusaha sekeras mungkin untuk menyelamatkan penumpangnya.

Dengan sopir seperti ini, para penumpang selalu merasa nyaman, tidak panik dan taat mengikuti arahan sang sopir, bila suatu saat bis yang meraka tumpangi terasa berjalan oleng tidak sempurna. Atau saat diperjalanan mereka harus menembus hujan lebat dan badai yang membahayakan.

Kepercayaan para penumpang kepada sopir ini menjadi faktor penting bagi bertambah besarnya kemungkin mereka selamat saat harus menghadapi bahaya diperjalanan.

Ajakan memakai masker, social distancing ataupun arahan yang lain, dengan tulus mudah dipenuhi masyarakat Taiwan. Kesadaran sosial masyarakat tinggi karena percaya bahwa apa yang mereka harus lakukan atas kebijakan pemerintahnya, akan menyelamatkan dirinya dan juga saudara senegaranya. Kepercayaan diri yang dilandasi oleh olah pikiran ditambah kebesaran hati, menyelamatkan perjalanan kehidupan.

Olah pikiran yang lahir karena otak memang telah diberikan oleh Tuhan kepada semua manusia. Kebesaran hati adalah dasar sesorang untuk bersedia menerima pejaran, ilmu, pengalaman ataupun saran dari pihak lain. Kolaborasi antara otak dan hati seperti itulah yang membuat manusia berhasil menciptakan akal positif yang bermanfaat bagi dirinya, juga orang lain.

Akal positif seperti ini yang harus dimiliki para sopir disemua perusahaan transportasi, sehingga semua penumpang selamat diperjalanan. Karena perjalanan yang cukup panjang, berapa kalipun sopir berganti, penumpang tetap akan selamat sampai ketujuan.

Ditengah pendemi asal Wuhan, Taiwan adalah bahan pelajaran, layak untuk dipakai belajar. Taiwan adalah musik keberhasilan, bukan hanya enak, namun juga layak didengar.
Dengan kebesaran hati untuk mau belajar dan bersedia banyak mendengar, seseorang insyaAllah akan semakin banyak berbuat benar.

Kebesaran hati mampu menahan seseorang untuk tidak percaya diri berlebihan, sehingga tidak berakhir menjadi orang terbelakang dari sebuah bangsa yang terus maju kemasa depan.

Saya ingin seperti itu, ingin terus belajar dan terus mau mendengar. Anda ?

Sambil menulis catatan ini, saya kebetulan mendengarkan lagu ciptaan mas Ebiet G.Ade yang berjudul Dia Lelaki Ilham dari Surga.

Beberapa bait syair lagunya mampu menambah inspirasi catatan saya ini.

“Kita selalu akan kembali kepadaNya” , begitu kata lelaki imajinasi itu.
“Dia lebih banyak berjalan dengan pikirannya”, kata mas Ebiet tentang Lelaki Ilham dari Surga.
Semoga suatu saat nanti Lelaki imajinasi mas Ebiet itu benar-benar mewujud.

Selamat beribadah puasa bagi yang menjalaninya. Mari kita bersama menjaga kesehatan, dan jangan lupa bahagia. (srv)



Berita Terkait


Apa Pendapatmu?