Alexa Metrics

Pansel Tak Temukan Tiga Besar Calon Pimpinan Dua OPD

Pansel Tak Temukan Tiga Besar Calon Pimpinan Dua OPD Foto ilustrasi

indopos.co.id – Panitia seleksi (pansel) pengisian dua Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, untuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten sudah menyelesaikan semua rangkaian seleksi.

Seleksi yang dilakukan pansel diawasi ketat oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena dilakukan dengan prinsip-prinsip keterbukaan, keadilan, profesionalitas dan juga tanggung jawab.

Sekretaris pansel yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin menjelaskan, pihaknya sudah menyelesaikan semua rangkaian proses seleksi JPT Pratama untuk dua OPD (organisasi perangkat daerah) tersebut.

”Semua rangkaian proses seleksi untuk dua JPT Pratama dan hasilnya pun sudah diklarifikasi dan mendapat persetujuan dari KASN,” terang Komarudin kepada INDOPOS, Selasa (5/5/2020).

Dia juga mengatakan, surat rekomendasi KASN Nomor B-1163/KASN/04/2020 tanggal 15 April 2020 perihal Rekomendasi Atas Klarifikasi Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama di Lingkungan Pemprov Banten menyampaikan, komponen penilaian hasil seleksi terhadap kedua jabatan dimaksud tidak menemukan tiga besar dengan nilai 70 sesua hasil penilaian yang dipersyaratkan untuk mengisi jabatan pimpinan kedua OPD tersebut.

Penilain yang dimaksud, terang Komarudin juga, meliputi hasil penilaian kompetensi manajerial, hasil penilaian penulisan makalah, hasil penilaian wawancara akhir dan hasil penelusuran rekam jejak jabatan, moralitas dan integritas serta mempertimbangkan hasil tes kesehatan dan tes kejiwaan.

Dalam seleksi jabatan Asda 1 diikuti oleh 6 orang peserta dan yang tidak mengikuti tahapan penulisan makalah dan wawancara sebanyak dua orang peserta, serta yang tidak mengikuti tahapan penulisan makalah sebanyak satu orang peserta. Sedangkan untuk peserta seleksi jabatan Kepala Dindikbud diikuti oleh 6 orang peserta dan seluruhnya mengikuti semua tahapan seleksi.

”Berdasarkan hasil nilai akhir yang diperoleh masing-masing peserta, tidak ada peserta yang mencapai nilai minimal 70 sebagaimana yang sudah dipersyaratkan,” terang Komarudin.

Karena itu, menurutnya juga, sesuai dengan Pasal 127 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017, panitia seleksi tidak menyampaikan 3 orang calon JPT Pratama itu kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Gubernur Banten melalui pejabat yang berwenang.

”Karena itu dimungkinkan dilanjutkan melalui mekanisme mutasi dari JPT Pratama yang ada atau melalui mekanisme seleksi terbuka lagi,” tuturnya.

Kendati demikian, keputusan mekanisme mana yang akan digunakan, apakah melalui jalur mutasi atau seleksi terbuka lagi semuanya akan diputuskan oleh Gubernur Banten dan juga berdasarkan rekomendasi dari KASN.

Sementara itu, Asisten Komisioner (Askom) Bidang Monitoring dan Evaluasi KASN Kusen Kusdiana yang dikonfirmasi INDOPOS membenarkan meski sudah dilakukan open bidding tidak ditemukan tiga besar kandidat peraih nilai tertingi dalam seleksi dua calon pimpinan JPT Pratama Pemprov Banten.

”Pansel yang menyeleksi dua calon JPT Pratama itu diisi oleh orang-orang yang berintegritas. Selain itu juga di bawah pengawasan KASN. Hasilnya tidak menemukan tiga besar,” terangnya.

Lalu untuk pengisian dua jabatan tersebut, ujar Kusen juga, diserahkan kepada Gubernur Banten. ”Apakah mengisi dua jabatan itu dengan jalur mutasi atau selter (seleksi) ulang. Tapi kami minta agar dua jabatan itu jangan terlalu lama dijabat oleh pelaksana tugas atau Plt,” papar Kusen juga.(yas/mdo)



Apa Pendapatmu?