Alexa Metrics

Ini Solusi Kerja dari Rumah di Masa Pandemi Covid-19

Ini Solusi Kerja dari Rumah di Masa Pandemi Covid-19 Seorang milenial tengah berada di apartemen.

indopos.co.id – Co-living hadir memberi solusi bagi kaum milenial dalam memecahkan permasalahan hunian yang tak fleksibel ataupun berharga sewa mahal. Hal ini sejalan dengan adanya instruksi untuk kerja dari rumah guna memutus rantai penularan pandemi Covid-19 saat ini.

Hal ini disambut baik oleh Fati (24). Meski mengaku bebas memilih tempat kerja, seorang pekerja digital media lepas di Jakarta ini memutuskan untuk menyewa ruang co-working di Mega Kuningan yang disewa dari operator co-living bernama Flokq.

“Beberapa waktu terakhir, aku meluangkan lebih banyak waktu di apartemenku. Flokq menyediakan internet yang cepat, dan aku juga merasa mudah melakukan pekerjaan di ruang komunal bersama teman-teman flat,” ujarnya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Rabu (6/5/2020).

Potensi perubahan tren dari co-working menjadi co-living turut disadari Garry (32), entrepreneur startup di Jakarta. Meskipun tinggal di ruang co-living yang disediakan oleh Flokq di kawasan Senopati, Ia tetap mampu bekerja sama dengan timnya yang berhunian di ruang co-working di kawasan Mega Kuningan. Selama pandemi, Garry tetap menjaga koordinasi dengan timnya, selagi ia sendiri dapat membangun network dengan penghuni co-living lain di tempat yang Ia huni.

“Pembatasan sosial umumnya akan mengurangi terjadinya pertemuan ataupun acara-acara lain. Tapi bagi saya risiko itu tidak begitu berpengaruh, karena saya tetap dapat bertemu dan membangun network dengan orang-orang yang berada di lingkungan co-living,” jelas Garry.

Lalu, Nicholas Pudjiadi, Vice President Jayakarta Group, juga melihat perubahan ini. Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasan dan gaya hidup masyarakat. Pandemi juga telah membuat orang terbiasa dan sadar akan norma-norma baru ini, salah satunya bekerja dari rumah.

“Bagi beberapa orang, bekerja dari rumah dirasakan sangat efisien, lebih produktif dan tentunya bagi pelaku wirausaha, sangat dapat menekan biaya. Jadi, setelah pandemi ini berakhir, tentunya akan ada kebutuhan akan properti yang melayani dan menyediakan working space sekaligus tempat tinggal, khususnya yang diperuntukkan bagi segmen pasar milenial,” jelas Nicholas.

Sahil, salah satu investor real estate yang propertinya dikelola oleh Flokq juga memiliki pendapat senada. Setelah pandemi Covid-19 ini, ia yakin akan banyak perusahaan yang mengeluarkan kebijakan bekerja jarak jauh atau dari rumah bagi karyawannya.

Hal ini menciptakan sebuah kebutuhan logis akan living space di mana orang-orang dapat bekerja dan networking di tempat yang layak serta nyaman. Co-living dapat menjawab kebutuhan itu. Maka, menurutnya permintaannya akan terus meningkat lebih tinggi di masa pascapandemi nanti.(mdo)



Apa Pendapatmu?