Alexa Metrics

BIN Kali Kedua Gelar Rapid Test Covid-19 Massal di Blok M

BIN Kali Kedua Gelar Rapid Test Covid-19 Massal di Blok M corona
indopos.co.id – Badan Intelijen Nasional (BIN) menggelar rapid test Coronavirus, deteksi cepat (Covid-19) massal di kawasan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Blok M Plaza, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2020) pukul 07.00 WIB – selesai. Rapid test tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).
Pada prosesnya pun mudah, mereka yang datang kelokasi dapat mendaftar lebih dulu untuk dilakukan pendataan. Kemudian menunggu panggilan untuk rapid test dan selanjutnya menunggu hasil tes tersebut. Sekitar pukul 10.30 WIB, dari total pendaftar sementara 183 orang sudah dites, hasilnya 96 negatif Covid-19 dan 87 lainnya menunggu hasil.
Seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu karyawati swasta yakni Siti, 23 tahun, berangkat dari rumahnya di kawasan Bekasi untuk bekerja naik transportasi yang mengarah ke Stasiun MRT Blok M. Ketika dia berada di kawasan Blok M perempuan itu langsung mengikuti rapid test Covid-19 massal yang digelar oleh BIN tersebut.
“Saya turun di Stasiun MRT Blok M ini langsung ikut rapid test Covid-19 ini. Daftar, didata trus nunggu sebentar dipanggil lalu nunggu hasil testnya. Dan prosesnya pun cepat,” ujar karyawati swasta Siti warga Bekasi itu ditemui di depan pintu keluar Stasiun MRT Blok M Plaza, Jumat (8/2/2020).
Perempuan yang memiliki nama lengkap Siti Amelia Saraswati, 23, menambahkan, untuk hasilnya pun tak menunggu waktu lama. “Hasilnya cepat keluar ya, keluar hasilnya ‘non reaktif’ dan setelah hasil pertama ini kata petugasnya saya disarankan untuk melakukan tes kembali 10 -14 hari kedepan, tuk kedua kali tes lagi kedepan,” pungkasnya.
“Tadi sih cuma diambil tes darah aja. Dicek mobile laboratory,” tambah perempuan berhijab itu.
Harapannya, katanya, kedepan pandemi Covid-19 ini agar cepat selesai. Kemudian mereka yang positif dan kami harapkan tidak bertambah lagi angkanya. “Jangan ada yang bertambah lagi yang positif. Semoga pandemi Covid ini cepat selesai,” tandasnya.
Lain halnya Suhendar, 58, sopir warga Jalan H. Naim 3, RT 7, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu mengatakan, tadi lihat langsung hasilnya negatif. Harapan kami Covid-19 segera berlalu. “Kami selaku warga masyarakat sangat merasakan aktivitas banyak terganggu sejak penyebaran virus corona ini. Di rumah sudah 2 bulanan, blenger juga,” pungkasnya.
Sehingga BIN tuk kali keduanya kembali melakukan tes cepat atau rapid test massal di kawasan Stasiun MRT Blok M. Sebanyak 500 alat tes cepat disiapkan selama pengetesan itu.
Adapun BIN menyiapkan sebanyak 500 alat RT IgM/IgD antibody untuk pengetesan. BIN juga menyiagakan 4 mobil laboratorium yang mampu untuk mendapatkan hasil uji tes dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam tempo 5 jam. Kepala Klinik BIN Sri Wulandari mengatakan bahwa tiga dokter, 15 perawat dan 8 tenaga kesehatan lain membantu pelaksanaan tes cepat ini.
Tes cepat BIN ini merupakan inisiatif untuk mendeteksi awal terhadap penyebaran COVID – 19. Melalui deteksi awal tersebut, upaya pencegahan dapat dilakukan Gugus Tugas Nasional sejak dini. BIN merencanakan tes cepat massal seperti ini akan dilakukan dua kali seminggu di wilayah Jakarta.
Rapid test sebelumnya digelar di Dukuh Atas pada 6 Mei 2020 lalu, ada empat warga dinyatakan positif setelah hasil uji swab. Keempat warga selanjutnya dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet.
Alur proses pemeriksaan massal dilakukan dengan melakukan pendaftaran dengan memberikan kartu registrasi kemudian dilakukan rapid test. Jika positif, warga langsung diuji dengan pendekatan uji swab, yang hasilnya dapat diketahui 5 jam berikutnya.
Aksi rapid test massal ini mendapat animo besar dari masyarakat yang melintas di sekitar lokasi meskipun pemberitahuan dilakukan semalam sebelumnya. Pada kegiatan rapid test di Dukuh Atas, dari 250 uji tes yang disediakan ternyata kurang dan ditambahkan lagi 190 rapid test. Oleh karena itu, pada rapid test yang diselenggarakan pada MRT Blok M pada kali kedua itu difasilitasi sebanyak 500 alat tes cepat.
Sementara itu, empat mobil laboraturium yang disiapkan BIN mempunyai kapasitas uji 1.248 sampel per hari. Mobil tersebut diperuntukan untuk melakukan sejumlah pengujian ke daerah Jakarta dan sekitarnya. Mobil laboraturium itu juga berisi tes PCR yang lengkap dan canggih serta memenuhi standar kesehatan. Peralatan di dalamnya berupa Bio Safety Cabinet (BSC), Thermo Scientific TSC Series (freezer) Thermomixer,  Rotor-Gene Q, Centrifigue 5424 R, Mikropipet, dan wastafel cuci tangan.
Selain itu, petugas juga dilengkapi dengan helm monitoring suhu tubuh yang dapat langsung di pantau secara real time. Alat monitoring dilengkapi dengan kamera sekaligus sebagai sensor dan layar kacamata untuk melihat hasil monitor serta dilengkapi dengan dua buah baterai sebagai sumber daya dengan daya tahan satu baterai sampai dengan 5 jam.
Sekedar diketahui, Rapid test untuk pemeriksaan imuniglobulin sebagai screening awal itu dapat menyaring orang-orang yang nantinya dinilai perlu untuk menjalani tes lebih lanjut. Untuk melakukan konfirmasi atau menegakkan diagnosis Covid-19, dibutuhkan pemeriksaan PCR. Metode pemeriksaan coronavirus itu ada beberapa macam, dilihat dari sensitifitasnya. Untuk virus itu yang paling sensitif adalah pemeriksaan dengan metode molekuler yaitu menggunakan PCR. (mdo) 



Apa Pendapatmu?