Alexa Metrics

Ombudsman Banten Bedah Virus Corona di Antara Mudik dan Ramadan

Ombudsman Banten Bedah Virus Corona di Antara Mudik dan Ramadan Ombudsman RI Perwakilan Banten membedah pelaksanaan mudik di bulan Ramadan dengan melakukan dialog interaktif secara virtual atau live straming Facebook di akun Facebook Ombudsman Banten dengan mengusng tema ‘Corona Diantara Mudik dan Ramadan, Jumat (8/5/2020).

indopos.co.id – Ombudsman RI Perwakilan Banten membedah pelaksanaan mudik di bulan Ramadan dengan melakukan dialog interaktif secara virtual atau live straming Facebook di akun Facebook Ombudsman Banten dengan mengusng tema ‘Corona Diantara Mudik dan Ramadan, Jumat (8/5/2020).

Kepala Ombudsman Banten Dedy Irsan mengatakan, dipilihnya tema tersebut karena dianggap menarik untuk dibahas saat ini, mengingat Ramadan tahun ini Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik ditengah Pandemi Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

”Kita sengaja mengusung tema tersebut mengingat saat ini diberlakukannya larangan mudik di tengah mewabahnya penyebaran virus corona,” terang Dedi.

Ia berharap, masyarakat untuk tidak mudik dan mengikuti himbauan pemerintah, aparat kepolisian juga harus lebih humanis kepada masyarakat dengan sosialisasi dan edukasi yg tepat kepada masyarakat.

“Terkait Corona diantara mudik dan Ramadhan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah sudah cukup baik yaitu diawali dengan larangan mudik kepada ASN (aparatur sipil negara) yang berlaku sejak satu bulan lalu yang kemudian larangan mudik juga diberlakukan kepada masyarakat, namun pelaksanaan larangan mudik ini harus diimbangi dengan instrumen lain seperti edukasi ke masyarakat serta pemerintah harus memperhatikan bantuan sosial yang tepat sasaran agar dapat menjamin kelangsungan hidup bagi masyarakat,“ tutur Dedy Irsan

Ia meminta, dalam situasi saat ini semua pihak harus bergandengan tangan terutama gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. ”Yang paling penting adalah masyarakat sendiri, bagaimana informasi yang disampaikan kepada masyarakat dengan mudah, dan pemerintah harus melibatkan struktur pemerintahan hingga yang terkecil seperti RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Wilayah), Lurah, Kepala Desa, Camat, karena mereka yang bersentuhan langsung kepada masyarakat, artinya jika koordinasi dengan baik maka tidak ada lagi permasalahan permasalahan di masyarkat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pehubungan Banten Tri Nurtopo menyampaikan, kebijakan Pemerintah Provinsi Banten tetap mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat, seperti yang sudah dilaksanakan.Yaitu, PSBB (pembatasan sosial berskala besar) tahap 2 di wialayah Tangerang Raya, kemudian kebijakan larangan mudik bersama dengan Kepolisian, Satpol (Satuan Polisi) PP (Pamong Praja), Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota untuk melakukan Chek Point yang saat ini ada sekitar 42 titik Chek Point. Mudah-mudahan apa yang sudah kami lakukan dapat menekan atau memutus mata rantai penyebaran Virus corona ini,” jelasTri Nurtopo.(yas)



Apa Pendapatmu?