Alexa Metrics

Jasa Marga Prediksi Volume Lalin Lebaran 2020 Turun 62,5 Persen

Jasa Marga Prediksi Volume Lalin Lebaran 2020 Turun 62,5 Persen Ilustrasi jalan tol. Dok Indopos

indopos.co.id – Manajemen PT Jasa Marga Tbk memprediksi volume lalulintas (lalin) Lebaran 2020 nanti turun drastis. Itu disampaikan Operations & Maintenance Management Group Head Jasa Marga Fitri Wiyanti. Dia menegaskan volume lalin tahun ini turun hingga 62,5 persen.

“Lalulintas harian saja ada penurunan, ini kami prediksi bisa mencapai 62,5 persen,” kata Fitri dari pembicaraan sambungan jarak jauh, Selasa (12/5/2020). Dia menjelaskan penurunan volume lalin disebabkan aturan pemerintah yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pihaknya, lanjut Fitri, bersama dengan kepolisian, pihak kementerian perhubungan, dan petugas Jasa Marga akan memonitor pengguna jalan tol. Pengguna jalan yang bisa melewati jalan tol ke luar Jabodetabek adalah mereka yang masuk dalam kategori pengecualian sesuai dengan aturan Kementerian Perhubungan. “Tentunya petugas kami berkoordinasi dengan polda metro juga kemenhub untuk mengecek pengguna jalan yang diizinkan lewat,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, ada beberapa titik poin cek yang disiapkan oleh Jasa Marga terkait PSBB kendaraan khusus non logistik yakni di sekitar Jakarta-Cikampek KM 31, GT Cikarang Barat, Karawang untuk memantau pergerakan non logistik dari-ke Jabodetabek, serta ruas Bitung (ruas Jakarta-Tangerang). “Tidak ada mudik, pergerakan untuk logistik dan mereka yang masuk dalam pengecualian,” kata Fitri. Surat-surat kelengkapan jalan, termasuk surat sehat masuk dalam syarat menggunakan jalan untuk keluar Jabodetabek.

Meski mudik masih dilarang, Jasa Marga tetap siap untuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Misalnya kepadatan, lonjakan pengguna jalan, atau kondisi darurat lainnya. Untuk itu, operator jalan tol plat merah tersebut mempersiapkan rest area sesuai protokol penanggulangan Covid-19 hingga rekayasa lalulintas.

Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT Jasamarga Related Business Tita Paulina mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan protokol kesehatan di tiap rest area. Mulai dari kapasitas parkir yang hanya boleh 50 persen, pembersihan toilet, restoran, minimarket, sampai masjid atau mushala. “Kami desinfektan sekali setiap 4 jam,” kata Tita. Untuk restoran, diimbau tidak melayani makan di tempat tetapi dibawa pulang. “Kami juga membatasi parkir hanya 30 menit sehingga cukup untuk ke toilet, bungkus makanan, sampai salat,” jelasnya. Prosedur perlakuan terhadap petugas dan karyawan pun sesuai protokol kesehatan mulai mengenakan masker, sarung tangan, hingga thermo-gun (pengukuran suhu tubuh). (vit)



Apa Pendapatmu?