Michael Jordan Kenang Kematian Ayahnya dalam Film Dokumenter

indopos.co.id – Michael Jordan mengenang kematian ayahnya setelah tiga dekade dalam episode docuseries The Last Dance di salah satu saluran televisi Amerika Serikat.
Baca Juga :

Sepatu Basket Michael Jordan Dilelang

“Dia adalah batuku,” kata bintang bola basket berusia 57 tahun itu seperti dikutip CNN. “Kau tahu, kami sangat dekat,” lanjutnya.
Juara Chicago Bulls itu mengatakan bahwa ayahnya secara terus menerus memberinya nasihat. “Aku ingat di kelas sembilan aku diskors tiga kali dalam setahun,” kisahnya.
“Dan ayahku menarikku di musim panas itu dan berkata, ‘Dengar, kau tidak terlihat seperti menuju arah yang benar. Kau tahu, jika kau mau melakukan semua kenakalan ini, kau harus lupakan olahraga,” kenangnya saat bercerita tentang masa kecilnya.
Dan bagi Jordan kecil, hanya kalimat itulah yang perlu ia dengar. “Sejak saat itu, rasanya seperti penglihatan kanal. Dan sejak saat itu aku tidak pernah mendapat masalah,” tambahnya.
Ayah Jordan ditembak dan terbunuh ketika tidur di mobilnya yang sedang diparkir di sebuah perhentian jalan raya pada 1993. Saat itu, ia berusia 56 tahun.
Larry Martin Demery dan Daniel Andre Green didakwa melakukan pembunuhan. Menurut The New York Times, Demery mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat pertama pada tahun 1995 dan setuju untuk bersaksi melawan Green, yang kemudian juga dihukum karena pembunuhan tingkat pertama. Green bersikeras dia tidak bersalah selama bertahun-tahun.
Pada satu titik dalam film dokumenter itu, Jordan kembali mengingat nasihat yang diberikan ibunya, Deloris, pada saat pemakaman ayahnya.
“Kau tahu, ibuku sangat kuat,” katanya dalam docuseries itu menurut Entertainment Tonight. “Hal pertama yang dia katakanya adalah, ‘kau tahu, kau harus bersyukur’. Dan aku mulai melihat hal positif,” jelasnya.
Dia juga dilaporkan berbicara tentang bagaimana ayahnya mengajarinya tentang bagaimana ia harus membuang hal negatif dan mengubahnya menjadi hal positif. “Jadi aku mulai melihat ke sisi yang lain, dan itu membantuku melaluinya,” ungkap Jordan.
Tidak lama sejak saat itu, Jordan mengumumkan pensiun dari dunia bola basket. Dia kemudian bermain bisbol pada 1994, tetapi mengumumkan kembali ke NBA pada 1995.
Pada 1996 di hari ayah, atlet yang memimpin Chicago Bulls itu memenangkan kejuaraan. Dalam film dokumenter, Jordan terlihat tersedu ketika ia memberikan penghormatan pada ayahnya setelah mendapat kemenangan besar.
Rekaman itu kemudian dipotong ke saat ia tersungkur menangis di lantai di ruang ganti. “Aku tahu dia sedang memperhatikan,” kata Jordan pada NBC saat itu. “Untuk isteriku dan anak-anakku, untuk ibuku dan saudara-saudaraku, ini untuk ayah,” serunya. (fay)

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.