Alexa Metrics

Wabah Covid-19 Belum Usai, Rapid Test Tetap Dibutuhkan

Wabah Covid-19 Belum Usai, Rapid Test Tetap Dibutuhkan Ilustrasi rapid test

indopos.co.id – Dalam menghadapi pandemi Covid-19, baik metode polymerase chain reaction (PCR) maupun rapid test tetap dibutuhkan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi Kesehatan dan Tenaga Kerja, Melkiades Laka Lena, berpendapat kedua metode tersebut masih dapat diterapkan dalam menangani Covid-19.

Orang yang memiliki indikasi Covid-19, imbuh dia, sebaiknya menjalani rapid test. Apabila hasilnya positif, orang tersebut perlu mengonfirmasi dengan menjalani PCR. “Kedua metode tersebut saling melengkapi dan dibutuhkan. Jangan saling dibenturkan,” kata dia, di Jakarta, Rabu (14/5/2020).

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan akurasi tes cepat atau rapid test masih rendah.

“Alat rapid test, saya bisa menyampaikan walau belum tentu benar. Akurasi rapid test masih rendah makanya WHO (World Health Organization) belum menjadikan rapid test sebagai alat ukur orang terpapar Covid-19,” kata Doni, di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Saat ini, Gugus Tugas memang memprioritaskan swab PCR test sebagai alat ukur orang terpapar Covid-19 atau tidak.

Walaupun demikian, Melki mengatakan adanya kasus alat rapid test dengan tingkat akurasi rendah bukan untuk meniadakan metode rapid test. “Jangan metode rapid test yang dipersoalkan. Kalau ada kesalahan oknum atau institusi, ya perlu dikoreksi,” katanya.

Melki mengatakan masuknya alat kesehatan dari negara lain tetap harus mengikuti aturan yang berlaku. Walau kini aturan impor barang untuk penanganan Covid-19 telah dilonggarkan.

Rapid test kit yang digunakan pun mesti berdasar rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (World Healt Organization/WHO). “WHO merekomendasikan barang-barang yang sesuai otoritas mereka,” ucapnya.

Memang tak semua rapid test kit memiliki akurasi rendah. Namun, ada juga rapid test kit yang direkomendasikan WHO.

WHO telah menguji sejumlah rapid test kit yang diproduksi berbagai negara dikutip dari drugstestsinbulk.com. Ada tiga produk yang memiliki tingkat akurasi yang cukup baik, yakni mencapai 80 hingga 90 persen.

Alat rapid test dari Tiongkok dan Amerika Serikat yang telah diuji yakni InTec dengan tingkat akurasi 84,605 persen, Cellex dengan tingkat akurasi 86,555 persen, serta Healgen/Orient Gene dengan tingkat akurasi 91,665 persen.

Meskipun telah ada rekomendasi WHO, Melki menilai produk rapid test kit tersebut tetap harus diuji kelayakan oleh lembaga yang berwenang di Indonesia. “Barang yang masuk ke Indonesia tetap harus diuji dan disetujui oleh Kemenkes” kata Melki Laka Lena.(dai)



Apa Pendapatmu?