Rupiah Terkoreksi di Tengah Beragam Sentimen Pasar, IHSG Akhir Pekan Berpeluang Menguat

indopos.co.id – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan Jumat (15/5/2020) berpeluang menguat kembali alias rebound, namun terbatas. IHSG dibuka menguat 22,23 poin atau 0,49 persen ke posisi 4.536,07.

Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dikutip di Jakarta, Jumat (15/5/2020 menulis, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 5,47 poin atau 0,83 persen menjadi 667.

“Kami perkirakan IHSG dapat rebound terbatas hari ini. Pasar saham AS ditutup menguat pada perdagangan semalam, dengan indeks S&P 500 naik 1,15 persen, Dow Jones meningkat 1,62 persen, dan Nasdaq naik 0,91 persen,” tulis Riset itu.

Sementara, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun masih bergerak mendatar (sideways) di level 0,625 persen. Pergerakan sideways juga terjadi pada harga minyak Brent di level 31,27 dolar AS per barel.

Baca Juga :

Hari ini Jumat (15/5/2020) terdapat rilis data penjualan ritel AS periode April dengan konsensus memperkirakan akan mengalami kontraksi 12 persen (mom). Dari dalam negeri, terdapat rilis data ekonomi domestik yaitu neraca transaksi berjalan periode kuartal I 2020 dan neraca perdagangan April 2020.

Pasar kembali mengkhawatirkan gelombang kedua pandemi pada dua negara besar di Asia yaitu China dan Korea Selatan, setelah tercatat kasus aktif baru di Wuhan dan Itaewon.

Baca Juga :

Rupiah Menguat Seiring Demo Rusuh di AS

Selama sepuluh hari ke depan, otoritas China akan melakukan tes terhadap masyarakat Wuhan setelah kembali terdeteksi enam kasus baru di minggu ini. Selain itu, China juga tengah menerapkan lockdown parsial kedua pada minggu ini di kota Jilin.

Potensi terjadinya gelombang kedua di Wuhan menimbulkan kekhawatiran akan kembali terjadinya lockdown pada kota yang telah sukses menanggulangi pandemi COVID-19 itu sebelumnya.

Bursa saham regional Asia pada Jumat pagi ini (15/5/2020) antara lain indeks Nikkei menguat 14,63 poin atau 0,07 persen ke 19.929,41, indeks Hang Seng melemah 0,44 poin menjadi 23.829,3, dan indeks Straits Times menguat 7,75 poin atau 0,31 persen ke 2.540,06.

Sementara itu nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi (15/5/2020), terkoreksi di tengah beragamnya sentimen yang masuk ke pasar. Pada pukul 9.42 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp14.898 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.885 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pergerakan aset berisiko pagi ini kelihatannya beragam, ada yang positif dan ada yang negatif.

“Ekspektasi masih memburuknya data-data ekonomi karena wabah telah memberikan tekanan turun untuk aset berisiko. Namun di sisi lain, mulai aktifnya perekonomian di beberapa negara pandemi memberikan sentimen positif ke pasar,” ujar Ariston di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Menurut Ariston, rupiah mungkin masih bergerak di kisaran yang sama dengan sentimen yang saling menarik ini. Tapi dengan tingginya minat pasar terhadap obligasi, pemerintah Indonesia bisa mendukung penguatan rupiah hari ini.

Dari domestik, para analis memprediksi neraca perdagangan Indonesia April yang dirilis hari ini, akan defisit 200 juta dolar AS. “Tapi ini mungkin bisa dimaklumi pasar karena kondisi ekonomi global juga belum bagus, jadi mungkin tidak terlalu berdampak ke rupiah,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.800 per dolar AS dengan potensi dukungan Rp15.000 per dolar AS. Pada Kamis (14/5/2020), rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,13 persen menjadi Rp14.885 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.865 per dolar AS. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.