Alexa Metrics

Enterprenuer Muda Intan Hesty Puspita Berbagi saat Ramadan kepada Terdampak Covid-19

Enterprenuer Muda Intan Hesty Puspita Berbagi saat Ramadan kepada Terdampak Covid-19 mdo
indopos.co.id – Pandemi virus corona yang lebih dikenal COVID19 ,telah menggerakan nurani Pengusaha muda Intan Hesty Puspita yang akrab dipanggil Neng, juga Alumni Universitas Indonesia Jurusan Ekonomi untuk berbagi.
Bersama rekan yang mempunyai usaha di wilayah Banjarmasin. Mereka mengumpulkan dana dari hasil usaha yang kemudian diwujudkan menjadi paket sembako dibagikan kepada warga ada wilayah Kecamatan Tanjung yang terdampak pandemi covid-19
“Kami dari pengusaha merasa terpanggil. Pandemi Covid-19 ini dampaknya sungguh luar biasa bagi perekonomian sedang lesu. Semoga pembagian paket sembako ini bisa sedikit membantu masyarakat bawah kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris DPD HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) BPD Kota Banjarmasin, Intan Hesty Puspita,
Menurutnya, paket sembako yang dibagikan sebanyak 50 paket dibagikan ke pasar di daerah tanjung,150 paket di bagikan ke berbagai warga didaerah sekitar, 50 dibagikan ke para mahasiswa yang tidak bisa mudik ke berbagi daerah masing-masing dan sementara dibagikan diberbagai daerah wilayah banjarmasin. Dan ada 500 APD 500 masker juga di berbagai daerah bahkan sampai ke Aceh.
“Selain dari berdoa. Harus bisa berjuang untuk bertahan hidup sekaligus belajar sabar agar ditambah lagi rezeki sama Allah, Kondisi saat ini sangat menyedihkan bukan hanya saya tetapi semua orang pun sedih dan merasa terpuruk, Harus seperti apa saat ini yang kita lakukan,” kata Wanita Enterprenuer Muda yang memiliki satu anak putri dab aktif organisasi Kamar Dagang (Kadin Kota Banjarmasin) ini.
“Kita berdoa semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir, semuanya kita serahkan kepada Allah” imbuh Direktur CV. Intan Group Berkah, Neng
Masyarakat yang menerima bantuan tak dapat menyembunyikan kegembiraanya dan sangat berterimakasih atas bantuan paket sembako yang diserahkan secara langsung door to door kepada penerima bantuan.
“Menyedihkan daya dulu merintis usaha pinjaman uang dari teman, saat betul betul merintis dan tidak gampang, maklum seorang wanita perantuan dari Bandung, berberapa perusahan yang kita naungin saat ini,  awalmya usaha salon dulu di Banjarmasin  usaha sudah berjalan 8 tahun terus memisahkan diri. Bangkit usaha sendiri jadi mandiri.
Menambah usaha bidang Jasa Konveksi dan lansung Memasarkan Ke Pasar Pasar,” kata Neng.
Sejak kecil hidup di lingkungan sederhana Teringat ketika masa kecil mainan layangan, main kelereng masa lalu yang belum mengenal teknologi. (mdo)



Apa Pendapatmu?