Wagub DKI Minta Disdik Perhatikan Pendidikan Masyakarat Miskin

indopos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) DKI diminta lebih memperhatikan nasib pendidikan anak-anak tergolong masyarakat miskin dan rentan miskin, terutama ketika pandemi wabah virus corona jenis baru penyebab Covid-19 karena akan membuat kondisi mereka hidup di tengah ketidakpastian.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan dalam membuat kebijakan terutama soal pendidikan adalah pentingnya keberpihakan terutama bagi masyarakat tidak mampu dan Pemprov DKI harus memastikan bahwa semua masyarakat mendapatkan hak pendidikan yang sama, tak terkecuali masyarakat miskin dan rentan miskin.

“Jadi yang harus kita perhatikan, anak-anak kita yang keluarganya masih rentan miskin, miskin dan terpinggirkan, mungkin tidak memiliki orang tua,” kata Riza Patria dalam diskusi virtual rapat pimpinan Pemprov DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Penting dalam pendidikan ini, menurut Riza, bapak ibu adalah keberpihakan kita. “Mohon maaf kalau anak pejabat atau anak orang kaya tentu sejak lahir gizinya udah cukup, pengetahuan orang tuanya sudah cukup dan yang lainnya sudah cukup, apalagi pengusaha, pejabat.

Kalau pejabat, nilai Riza, itu pintar-pintar. “Tahulah bagaimana mendidik anak. Ke depannya, harus ada terobosan-terobosan demi memberikan perhatian lebih dan membantu lebih pada masyarakat miskin dan rentan miskin,” terang dia.

Dirinya menaksir kira ini terobosan ke depan untuk memberi perhatian lebih dan membantu lebih. “Ya memang sebaiknya jadi pemimpin itu kan ngurusin orang yang susah ini. Maka tugas kita sebagai pimpinan membantu orang orang seperti ini,” ujar dia.

Baca Juga :

Senada dengan dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pola pendidikan sangat menentukan arah nasib peserta didik di masa mendatang. “Jadi memang soal keberpihakan, ini pesan paling utama dari apa yang kita susun sekarang. Suka tidak suka kenyataannya pendidikan itu menentukan siapa dididik apa, dimana, duduk dimana besok,” kata Anies.

Anies juga berharap agar kebijakan PPDB yang tengah disusun sekarang ini tidak melesat jauh dari rencana yang telah dibuat. “Mudah-mudahan rekayasa sosial lewat skenario pendidikan ini bisa mempunyai dampak jangka panjang di Jakarta,” ujarnya.

Karena itulah, kata dia, perlu ada konsistensi lintas tahun dan memang pendidikan bukan untuk eksperimen tiap tahun. “Eksperimennya dulu, sekarang tinggal jalankan secara konsisten,” ucapnya.

Disdik DKI berencana membuka Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 pada 15 Juni-9 Juli 2020. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan pendaftaran tersebut akan dilakukan secara daring mengingat pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

“Mekanisme kebijakan PPDB di rumah ini peserta atau calon peserta didik dapat melihat mulai dari teknis pendaftaran dan daya tampung secara daring, lalu mendaftarkan diri secara daring, dilakukan verifikasi oleh operator atau panitia PPDB dan melihat hasil seleksi, serta melakukan lapor diri juga secara daring,” kata Nahdiana. (ant)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.