Kota Bekasi Hentikan Pemberian Bansos yang Bersumber dari APBD

indopos.co.id – Bantuan Sosial (Bansos) yang berasal dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Kota Bekasi segera dihentikan. Sejauh ini pemberian bansos oleh pemerintah daerah sudah mencapai 317 kepala keluarga.

Diantaranya, 150 ribu kepala keluarga (KK) diberikan pada tahap awal. Kemudian, tahap selanjutnya diberikan kepada 197 KK. “Bantuan yang bersumber dari APBD Kota Bekasi sudah selesai,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Minggu (17/5/2020).

Baca Juga :

Alasan, pemerintah daerah sudah tidak lagi mendistribusikan bantuan sembako karena bantuan dari presiden, Kementerian Sosial, dan Pemprov Jawa Barat sudah dianggap memadai.

Bahkan, kata Rahmat, meski sudah tidak lagi menyalurkan bansos, tapi pemerintah daerah tetap menyiapkan bantuan tersebut. Karena, dia khawatir, sewaktu-waktu ada warga yang belum menerima bantuan bakal langsung didistribusikan.

“Kita siapkan 75.000 kalau ada warga dia masuk kategori penerima bantuan tapi namanya belum terdata,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, di Kota Bekasi terdapat 378.498 KK penerima bantuan. Pemberian bantuan itu dibagi ke dalam dua kategori bansos. Pertama, kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) jumlahnya 106.138 KK.

Kategori DTKS ini merupakan keluarga yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) milik Kementerian Sosial (kemensos).

Kategori kedua, bansos yang di salurkan melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau disebut non-DTKS.

Jumlah penerima bansos non-DTKS sebanyak 197.360 KK dengan nilai bantuan Rp600 ribu berupa paket sembako. (dny)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.