Alexa Metrics

NUI Berikan Santunan kepada Penjaga Makam Pahlawan Nasional dan Ulama

NUI Berikan Santunan kepada Penjaga Makam Pahlawan Nasional dan Ulama Nurani Insitute Indonesia (NUI) memberikan bantuan sosial kepada para penjaga makam pahlawan nasional dan ulama di Jakarta dan Makassar.

indopos.co.id – Nurani Insitute Indonesia (NUI) memberikan bantuan sosial kepada para penjaga makam pahlawan nasional dan ulama di Jakarta dan Makassar. Mereka diberi tali asih karena pada Ramadan kali ini ikut terdampak pandemi Covid-19.

Sejumlah penjaga makam yang diberikan tali asih antara lain penjaga makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin, penjaga makam Pangeran Diponegoro dan makam Syekh Yusuf di Makassar.

Serta beberapa penjaga makam ulama di Jakarta seperti makam Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi (Habib Ali Kwitang) dan makam Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Alayidrus (Habib Luar Batang).

“Beberapa situs makam ditutup dan sepi pengunjung karena kondisi Covid-19. Tentu ini berdampak juga pada para penjaganya. Semoga tali asih dari Nurani Institute bisa menjadi berkah Bersama,” jelas Direktur Nurani Institute Indonesia, Hj Nurhidaya dalam keterangan persnya yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Menurutnya, pemberian tali asih kepada para Penjaga Makam Pahlawan Nasional dan Ulama di Jakarta dan Makassar tersebut diberikan bersamaan pada Jumat (15/5/2020).

Kegiatan itu sebagai lanjutan dari pemberian tali asih dan ta’jil gratis kepada para yatim, dhuafa dan guru ngaji yang dilakukan pada sejak sebelum Ramadan hingga malam puncak 17 Ramadan 1441 Hijriah.

Pembina Nurani Institute Indonesia Amar Ahmad menambahkan, untuk kegiatan pembagian takjil gratis juga terus dilakukan pada malam-malam ganjil setelah 17 Ramadan hingga 29 Ramadan. “Pada malam ke-23, pembagian Takjil alhamdulillah masih dijalankan di Makassar,” ujarnya.

Kegiatan Berbagi Berkah Ramadan oleh Nurani Institute tahun ini ternyata tidak hanya dilaksanakan di Jabotabek dan Makassar. “Namun juga di Kalimantan Timur lewat kerjasama dengan para para guru Madrasah As’adiyah,” pungkasnya.(srv)



Apa Pendapatmu?