Alexa Metrics

Jokowi Longgarkan Protokoler Covid-19, Akses 124 Kota dan Kabupaten Dibuka

Jokowi Longgarkan Protokoler Covid-19, Akses 124 Kota dan Kabupaten Dibuka Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat memberikan keterangan di Media Center Gugus Tugas, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (6/5/2020). ANTARA/Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo/pri. (ANTARA/Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

indopos.co.id – Pemerintah berencana membuka 124 kabupaten/kota dan tidak ada pengetatan meski pandemi COVID-19 masih terjadi di sebagaian besar wilayah Indonesia. Hal tersebut dikemukakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (COVID-19) sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo usai menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu, (20/5/2020).

124 kabupaten kota itu tersebar di Aceh 14 kabupaten/kota, Banten 1 kabupaten/kota, Bengkulu 1 kabupaten/kota, Gorontalo 1 kabupaten/kota, Jambi 1 kabupaten/kota, Jawa Barat 1 kabupaten/kota, Jawa Tengah 1 kabupaten/kota, Kalimantan Barat 1 kabupaten/kota, Kalimantan Tengah 1 kabupaten/kota.

Selanjutnya Kalimantan Timur 1 kabupaten/kota, Bangka Belitung 1 kabupaten/kota, Kepulauan Riau 4 kabupaten/kota, Lampung 5 kabupaten/kota, Maluku 6, Maluku Utara 5, Nusa Tenggara Timur 15, Papua 18, Papua Barat 6, Riau 2, Sulawesi Barat 1, Sulawesi Selatan 1 kabupaten/kota, Sulawesi Tengah 3 kabupaten/kota, Sulawesi Tenggara 5 kabupaten/kota, Sulawesi Utara 5 kabupaten/kota.

Kemudian Sumatera Barat 2 kabupaten/kota, Sumatera Selatan 5 kabupaten/kota dan Sumatera Utara 16 kabupaten/kota. “Ke-124 kabupaten kota ini berada di kepulauan artinya secara geografis terjamin keamanannya bila melakukan kontrol dan pengawasan yang lebih ketat,” tambah Doni.

Namun Doni mengakui 124 kabupaten/kota tersebut belum tentu aman 100 persen selama beberapa hari ke depan.

“Artinya apa? Setiap saat kasus baru bisa saja muncul di kabupaten/kota tersebut sehingga nanti saat ada tawaran dibuka, diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas dalam 11 bidang yang dikecualikan maka perlu koordinasi dengan kepala daerah.

Ia mengutip Executive Director WHO Mike Ryan yang mengakui bahwa kemungkinan virus corona tidak akan pernah hilang. “‘Coronavirus may never go away’, artinya coronavirus sangat mungkin tidak akan pernah hilang, kalau sudah demikian, tentu kita harus memiliki strategi menghadapi kondisi yang tentunya kita akan hidup bersama-sama dengan virus,” ungkap Doni. (ant)



Apa Pendapatmu?