Sosialisasi Empat Pilar, Panggah Susanto: Itu Warisan Pendiri Bangsa

indopos.co.id – Bangsa Indonesia berdiri diatas empat pondasi. Kalau pondasi-pondasi ini keropos, maka bangunan bangsa ini bisa ambruk. Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Panggah Susanto saat melakukan sosialisasi empat pilar di Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Politisi asal Partai Golkar ini, pentingnya setiap warga negara untuk menjaga pondasi dari generasi ke generasi. “Kita patut bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa diberikan warisan-warisan yang luar biasa. Bangsa Indonesia terbentuk dari berbagai suku bangsa, ras dan agama,” ujar Panggah Susanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis (21/5/2020).
Dia menegaskan, saat ini bangsa Indonesia terus berproses diatas pondasi-pondasi kenegaraan yang kita sebut empat pilar kebangsaan. Pondasi ini sudah teruji, karena terlahir di tengah revolusi kemerdekaan yang dicanangkan oleh para founding fathers yang saat itu memiliki kemurnian tanpa pamrih.
“Keinginan saat itu hanya ingin lepas dari penjajahan dan bersatu membentuk negara bangsa yang disebut Republik Indonesia,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, sebelum tahun 1963 wilayah Republik Indonesia dari Sabang sampai Maluku. Pada saat itu provinsi Papua/ Irian Jaya belum masuk ke wilayah NKRI. Kini NKRI membentang dari Sabang sampai Merauke.
“Kalau dibentangkan wilayahnya, antara Inggris sampai Turki. Ini yang patut kita syukuri dan pertahankan,” tegasnya.
Menanggapi kegiatan sosialisasi empat pilar, Mujiono (74), salah satu warga mengatakan, kegiatan sosialisasi empat pilar menjadi momentum bahagia bagi masyarakat. Dimana, menurut pensiunan aparatur sipil negara (ASN) ini, masyarakat bisa bertemu langsung dengan anggota DPR RI/ MPR RI.
“Kapan mau ketemu anggota DPR RI/ MPR RI kalau tidak ada sosialisasi empat pilar? Apalagi saat ini kegiatannya dilakukan di dusun, biasanya di Hotel. Ini sangat luar biasa sekali,” ungkapnya.
Perlu diketahui, pada sosialisasi empat pilar masyarakat diperkenalkan lebih dalam tentang Pancasila sebagai ideologi negara, dasar negara, sumber dari segala sumber hukum negara. Kemudian UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi dan turunan pertama dari Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang plural dalam segala hal tapi tetap menjadi satu kesatuan bangsa (Tunggal) NKRI sebagai bentuk negara, kesatuan IPOLEKSOSBUDHANKAM. (mdo)

loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.