Cegah Covid-19, Ini yang Dilakukan DKM Masjid Raya Al Kautsar

indopos.co.id – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Al Kautsar Villa Dago Pamulang Tangerang Selatan, Banten, menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan edukasi pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penanganan dampak Covid-19.

Beberapa hal yang sudah berlangsung di Masjid Al Kautsar antara lain mengadakan penyemprotan disinfektan setiap seminggu 2 kali di seluruh wilayah Villa Dago dan sekitarnya. Memberikan bantuan sosial untuk warga yang terdampak, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengadakan rapid test untuk seluruh Pengurus RT/RW dan warga.

Kegiatan edukasi digalakkan dengan publikasi melalui media online dan spanduk di seluruh wilayah tentang protokol kesehatan. Kerja sama dengan semua aparat pemerintahan termasuk Polsek dan Koramil untuk membantu check point, dan setiap hari melakukan himbauan-himbauan protokol kesehatan dengan menggunakan mobil komando dan ambulan.

Kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Jakarta dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tangsel sebagai Organisasi Profesi kesehatan yang bergerak bersama mendukung kegiatan ini.

“Alhamdulillah atas ikhtiar ini sampai dengan saat ini warga Villa Dago yang hampir 5000 warga semua aman dan tidak ada yang ODP, PDP dan yang positif. Terakhir kami juga lakukan dakwah online setiap hari Rabu dan Minggu. Sekalian menghimbau kepada seluruh warga tetap konsisten mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan. Kami bangkit untuk tidak hanya diam dalam kondisi pandemi ini, dan kami bangga dan semangat melakukannya. Insya Allah berkah,” ujar Ketua DKM Al Kautsar, H. Juni Sukasmono SE, dalam keterangan persnya, Jumat (22/5/2020/.

Gerakan tersebut juga didukung oleh Pemuda Dewan Masjid Indonesia yang menilai pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dalam konsep pentahelix. Untuk mempercepat kesuksesan kegiatan kampanye “Bangkit dari Masjid”, khususnya organisasi kepemudaan.

Saat ini tercatat ratusan organisasi kepemudaan secara nasional, puluhan mungkin ratusan ribu komunitas yang berjejaring di daerah. Dengan jutaan potensi generasi muda ini sangat bisa digerakkan untuk ikut membantu gerakan ini.

“Seperti yang kita tahu, ada sekitar 800 ribu Masjid seluruh Indonesia, yang tersebar dari kota hingga pelosok, di jalan utama hingga di gang-gang sempit. Potensi ini harus diberdayakan secara sosial ekonomi oleh generasi muda tidak hanya dalam momentum pandemi Covid-19, tapi juga setelahnya,” jelas Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia, drg. Arief Rosyid.

Sementara itu, Adi Putra dari Aktivis Pegiat Halal juga menambahkan bahwasanya sudah saatnya Masjid kembali menjadi basecamp pergerakan, melakukan aktivitas-aktivitas pergerakan melawan covid-19. Serta membentuk kultur masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan covid-19.

Lebih lanjut Adi mengatakan, kita mengetahui bersama bagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya melakukan syiar Islam dari masjid, pasca wafatnya Rasulullah SAW di era kepemimpinan Abubakar Ashidiq dan Umar Bin Khatab masjid menjadi tempat pengontrolnya aktivitas masyarakat.

Cara tersebut bisa kita implementasikan kembali, dengan cara memakmurkan masjid dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan.

“Di mana ada kesulitan di situ pasti ada juga kemudahan, semoga dengan datang cobaan Covid-19 ini menambah nilai ketakwaan kita, mampu melaluinya secara bersama, menjaga silaturahmi, dengan kultur baru, saling menumbuhkan kekuatan, bahu-membahu sampai kelak kita meraih kemenangan bersama,” pungkasnya.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, S.T, M.Si menyambut baik Gerakan #BangkitdariMasjid. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mengapresiasi gerakan yang ingin mendorong kembalinya fungsi sosial masjid.

“Masjid dengan fungsi sosialnya bisa menjadi tempat untuk implementasi konsep gerakan masyarakat ini,” pungkasnya. (dai)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.