Gus AMI Berbagi Sembako untuk Seniman Tradisional

indopos.co.id – PARA seniman tradisional sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Tidak hanya mereka yang ada di pusat ibukota, seniman di daerah pun merasakan dampak yang sama. Bahkan, sejak Maret sampai hari ini tidak ada kegiatan. Jumlah seniman tradisional tersebut mencapai ribuan.

“Dulur-dulur seniman sudah tiga bulan nganggur, tidak tanggapan. Beruntung, saya sebagai pemilik Padepokan Syakirun dipercaya Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI menyalurkan sembako kepada seniman tradisional yang ada di Jawa Timur, khusunya wilayah tapal kuda dan Jogjakarta,” kata pelawak kondang asal Madiun, Jawa Timur, Syakirun alias Kirun saat dihubungi wartawan, Minggu (30/5/2020).

Baca Juga :

Kirun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Gus AMI yang memiliki perhatian kepada para seniman tradisional, terutama yang berada di wilayah Jatim dan Jogjakarta.”Para seniman tradisional ini betul-betul membutuhkan bantuan. Terutama seniman ketoprak, ludruk,wayang orang, niyaga, pesinden, pemusik, perias, penata lampu, pemain gamelan. Paling tidak sembako pemberian Gus AMI bisa sedikit meringankan beban ekonomi mereka,” ujarnya.

Menurut Kirun, ratusan sembako kiriman Gus AMI tidak akan cukup dibagikan kepada seluruh seniman tradisional yang terkena dampak Corona, karena jumlahnya mencapai ribuan. Ia pun menyiasatinya dengan hanya memberikan sembako tersebut kepada seniman tradisional yang benar-benar membutuhkan dan benar-benar terkena dampak.

“Sembako akan diberikan kepada mereka yang usainya tidak muda lagi, terutama seniman gamelan, penata musik dan lainnya,” terangnya. Dia mengaku siap menyalurkan kembali sembako Gus AMI jika DPP PKB kembali mengirimkan sembako tahap lanjutan.

“500 paket sembako tidak akan cukup dibagikan kepada para pelaku seniman tradisional, 700 pun tidak cukup, karena jumlahnya ribuan. Kalau memang masih tersedia di DPP, saya siap menyalurkan,” seloroh Kirun.

Kirun menegaskan, untuk tahap awal ini sembako diberikan kepada seniman tradisional di wilayah Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Jogjakarta. “Penyaluran di Mojokerto lewat Ludruk Karya Budaya, di Jombang lewat Tati dan di Jogjakarta lewat Cak Marwoto atau Mas Marwoto,” ungkapnya.(mdo)

 


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.