Wisatawan Diketahui Positif Covid-19, Anies Siapkan Protap

indopos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan telah menyiapkan protap khusus jika nanti terdapat pengunjung tempat wisata yang diketahui positif COVID-19.

Hal tersebut menyusul rencana Pemprov DKI Jakarta membuka berbagai tempat wisata  dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi setelah mempertimbangkan  hasil kajian ilmiah khususnya mengenai epidemiologi.

“Semua tempat sama. Jadi para pekerjanya diperiksa, kemudian secara rutin ada pemantauan. Kemudian kalau ada kasus, maka diperiksa kasusnya. Apakah perlu isolasi, apakah perlu perawatan. Tapi protapnya, semuanya ada. Semuanya ada termasuk opsi penutupan sementara kembali karena kita punya ukurannya dan ukurannya nanti kita tentukan,” ujar Anies di Jakarta, Sabtu.

Anies sendiri diketahui pada Sabtu ini meninjau langsung persiapan protokol kesehatan di tempat wisata Dunia Fantasi (Dufan) dan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Peninjauan tersebut, kata Anies, Sabtu, merupakan persiapan untuk pembukaan berbagai tempat wisata yang telah tutup sementara sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

“Kami mulai melakukan PSBB masa transisi dan transisi itu pembukaannya bertahap. Ada yang dibuka awal, di tengah dan di akhir. Yang dibuka di awal adalah tempat ibadah, sesudah itu perkantoran dan kegiatan perekonomian. Yang dibuka di fase I ini lebih akhir adalah tempat wisata. Kami melakukan inspeksi untuk melihat protap yang disiapkan oleh Ancol untuk nanti bisa berkegiatan lagi sesuai dengan protokol kesehatan yang ada,” ucap Anies.

Sebelum mengunjungi pusat perbelanjaan dan tempat wisata, Gubernur Anies menyampaikan telah terlebih dahulu meninjau kesiapan fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan di wilayah DKI Jakarta untuk menghadapi PSBB masa transisi.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali menambahkan seluruh protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat di wilayah tempat wisata Ancol, seperti restoran di pantai yang buka hanya 50 persen, jaga jarak khususnya di antrean sepanjang minimal satu meter, memastikan pengunjung untuk memakai masker, dan kapasitas wahana permainan yang diisi hanya 50 persen.

“Di gerbang Dufan ini ada pengaturan flow-nya. Kami atur dari awal flow tersebut dengan marka dua meter. Ada juga penggunaan mesin tiket tab karena kami akan menjual karcis masuk secara online. Dufan ini kapasitasnya 15 ribu orang, tapi kami akan menjual tiket maksimal 5 ribu, jadi hanya 30 persen, tidak sampai 50 persen. Kami akan melihat dan evaluasi dulu. Kalau 30 persen tidak bisa kami kontrol, bakal kami kurangi kembali,” ujar Sahir. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.