Wali Kota Palopo Apresiasi Penyuluh BPP Wara Timur Fasilitasi P2L

indopos.co.id – Integrasi pertanian lintas sektoral dengan kesehatan, lingkungan hidup, dan kependudukan melalui ‘Lorong Hijau’ di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendapat apresiasi dari kepala daerahnya. Hal itu dikarenakan penyuluh pertanian berhasil melakukan pemanfaatan pekarangan rumah untuk lahan pertanian.

Wali Kota Palopo H.M. Judas Amir mengatakan, apresiasi itu diberikan karena program hijau telah berjalan mulus. Dia juga mengingatkan penyuluh BPP Wara Timur untuk terus menambah volume dan memperluas cakupan Lorong Hijau agar lebih dikenal masyarakat melalui eksibisi atau perlombaan.

Baca Juga :

“Lorong Hijau bukti bahwa penyuluh pertanian bekerja optimal, karena memberi banyak manfaat bagi warga kota,” katanya saat berkunjung ke lingkungan warga, belum lama ini.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo Andi Bachtiar menegaskan, Program Lorong Hijau memanfaatkan anggaran daerah (APBD). Kemudian program Lorong Keluarga Berencana (Lorong KB) adalah kegiatan nasional penyuluh KB terintegrasi dengan semua dinas lingkup Pemkot Palopo.

Baca Juga :

“Dinas pertanian memfasilitasi pengadaan bibit, polybag, tanah, pupuk dan pestisida melalui dana APBD, sementara penyuluh pertanian di BPP Wara Timur melakukan pembinaan budidaya tanaman,” paparnya.

Di sisi lain, Koordinator BPP Waru Timur Iswari Gunartiningsih menjelaskan, pihaknya telah menggelar program mandiri pangan keluarga, imunitas tubuh tangkal Virus Corona, penghijauan kota dan sosialisasi KB sebagai kegiatan pertanian terintegrasi di bawah koordinasi BPP Waru Timur di Kota Palopo, dengan mematuhi Protokol Kesehatan pada fase Normal Baru (New Normal).

Baca Juga :

Kegiatan lintas sektoral BPP di Kecamatan Wara Timur berupa Pengembangan lahan percontohan berupa Demplot Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Demplot
Tanaman Obat Keluarga (Toga) berdampingan Lorong Hijau dan Lorong KB. Keberhasilan itu juga karena pihaknya menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Patiware di Kelurahan Salotellue mengembangkan P2L yang difasilitasi anggaran pemerintah pusat (APBN) dengan pembuatan rumah bibit dan Demplot oleh KWT yang ditunjuk.

“Komoditas Demplot P2L adalah sayuran seperti kol, sawi, selada, pacoi, cabe, daun seledri, tomat, terong, bayam dan kangkung. Demplot Toga bertujuan meningkatkan imunitas tubuh warga dari konsumsi empon-empon” ungkapnya tertulis yang dihimpun Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Kementan RI.

Iswari menyatakan, jika Demplot Toga didanai swadaya dari Biaya Operasional Penyuluh (BOP) karena pelaksanaan setelah Pandemi COVID-19. “Sekiranya dirancang sebelum pandemi, tentunya akan memiliki sumber pembiayaan,” tegasnya.

Pendampingan oleh penyuluh, menurut Iswari, diawali pengusulan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL), pembuatan proposal, penyuluhan budidaya tanaman sehat seperti bimbingan pembuatan pestisida nabati, pupuk kompos, mol, pengendalian hama dan penyakit, model penanaman dan pola tanam.

“Hasil produksi dikembangkan menjadi produk olahan seperti abon cabai, kripik sayuran dan singkong dari P2L, sementara pemasaran hasil dilakukan setelah memenuhi kebutuhan anggota KWT, untuk dijual ke penjual sayuran keliling maupun pasar tradisional,” kata Iswari.

Sementara, Penyuluh Pusat di Kementan Wellyana, selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Sulsel mengungkapkan, kinerja BPP Wara Timur sebagai bukti telah melaksanakan instruksi Mentan RI Syahrul, yakni tidak memperbolehkan sejengkal tanah menganggur.

Terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan RI Prof Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi kerja keras dan kinerja penyuluh untuk tetap mendampingi petani. Sebab, lokasi pertanian adalah zona hijau dan sehat bagi tubuh setelah terpapar matahari pagi meningkatkan imunitas tubuh. (mdo/cok)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.