Penyuluh NTT Dukung Petani Tanam Jagung. Ini Agar Panen Sapi Tercapai

indopos.co.id – Penyuluh pertanian Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pendampingan dan pengawalan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). Ini sesuai perencanaan program penyuluhan yang disusun bersama antara penyuluh dan petani, sehingga petani dapat berusaha tani jagung dengan baik dalam meningkatkan taraf hidup.

Adapun peran kinerja penyuluh pertanian itu sebagai motivator, fasilitator, edukator dan komunikator. Sedangkan efektivitas pelaksanaannya dari penyuluhan tentang pengolahan tanah, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, pengelolaan air, penyiangan gulma, pengendalian hama dan penyakit, pelaksanaan panen dan penanganan pasca panen.

Baca Juga :

Kepala BPP Kualin, NTT Yoakim Pao mengatakan, komitmen penyuluh pertanian itu menggerakkan petani lebih cepat melaksanakan penanaman jagung telah berhasil dikerjakan. Pihaknya pun bangga sekaligus antusias mendampingi petani mulai dari lahan jagung hingga distribusi dan pemasaran hasil. Ini terbukti 37 ton hasil panen jagung TJPS dari TTS diangkut ke Kupang, belum lama ini, untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak di ibukota Provinsi NTT.

“Itu baru daerah kami, Kualin di TTS, belum termasuk kabupaten lain. Gagasan gubernur agar petani menanam jagung lalu hasil panen dibelikan sapi,” tegasnya seperti yang dikutip melalui Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPSDMP, Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :

Selain itu, lanjut Yoakim, keberhasilan TJPS yang digagas Gubernur NTT Victor B. Laiskodat berkat kerja keras penyuluh yang memotivasi petani giat menanam padi. Kendati Kabupaten TTS terkenal kering, namum salah satu wilayah, yakni Kecamatan Kualin berhasil mengembangkan perkebunan jagung seluas 193 hektare (ha) pada enam desa. Sementara potensi lahan jagung TTS sekitar 350 ha.

Menurutnya, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kualin mengawal dan mendampingi petani di enam desa menanam jagung seluas 193 ha. Varietas jagung adalah Lamuru yang ditanam pada November dan Desember 2019 serta Januari 2020, sehingga panen jagung berlangsung rutin secara bergantian.

Yoakim mengungkapkan, sapi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan daging dan kotorannya dimanfaatkan sebagai biogas, kompos, dan bokasi, untuk memperbaiki kesuburan tanah.

“Petani juga mendapat bantuan benih lamtoro dari pemda untuk pakan sapi. Nah kan hasilnya menjadi berlipat ganda,” tandasnya.

Sedangkan Penyuluh Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) Yulia Tri menjelaskan, langkah petani TTS didampingi penyuluh Kualin sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Yasin Limpo. Ini agar keduanya bersinergi bekerja keras untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan.

“Pertanian tidak boleh berhenti meski Pandemi COVID-19. Tetapi tetap melakukan kegiatan dengan mematuhi protokol kesehatan. Harus sinergitas agar mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan Prof Dedi Nursyamsi menuturkan, penyuluh dan petani harus mematuhi Protokol Kesehatan saat bekerja. Seperti menggunakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak, dan rajin cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum dan setelah beraktifitas. Karena dengan kondisi tubuh yang sehat maka akan membuat kelancaran kerja bagi penyuluh dan petani.

“Petani, penyuluh dan para pemangku kepentingan harus sehat. Kalau sehat, stok pangan pun aman. Semua ini perlu kita dukung secara bersama-sama,” tuturnya. (mdo/cok)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.