Dukung Riset dan Inovasi, DASS 2020 Lahirkan Saintis Baru 

indopos.co.id – Di tengah pandemi Covid-19, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021. Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2020 bertema “Inovasi Untuk Bangsa” mendukung dan memperkuat sektor kesehatan dengan melahirkan para saintis baru yang memberikan inovasi nyata melalui berbagai potensi dalam negeri.
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, bahwa era baru menjadi peluang untuk menciptakan riset dan inovasi yang mendukung Indonesia maju dan mandiri terutama di sektor kesehatan.
Baca Juga :
“Di tengah pandemi Covid-19, riset vaksin terus kita kembangkan. Di sinilah saintis bisa berkontribusi melalui perkembangan riset dan penelitian,” ujar Bambang Brodjonegoro dalam keterangan di Jakarta, Kamis (18/6/2020).
Baca Juga :
Di masa yang akan datang, menurut Bambang, Indonesia akan butuh banyak peneliti, inovator, dan orang-orang yang mau menciptakan solusi untuk tantangan bangsa. Oleh karena itu, generasi bangsa memegang peranan penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mandiri, terutama di sektor kesehatan.
“Mari kita gunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk berkontribusi bagi negara kita. Masa depan bangsa di tangan para generasi muda untuk mencapai Indonesia emas 2045,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Dexa Group Ferry A. Soetikno menjelaskan, bahwa sains adalah dasar kita bertumbuh. Sulit sekali membayangkan di masa depan tanpa sains dan inovasi. Karena itulah DASS diselenggarakan untuk mendukung peningkatan inovasi di sektor farmasi dan kesehatan.
Di era pandemi COVID-19, filosofi Dexa Group “Expertise for the Promotion of Health” telah berkontribusi nyata. Dengan percepatan penemuan dan perbaikan proses melalui laboratorium research and development. Kemudian produksi Dexa group telah didonasikan ke pencegahan Covid-19 kepada negara.
“Produksi kami dari Hydroxychloroquine, Azithromycin, dan Chloroquine telah didonasikan kepada negara sejak awal April 2020. Untuk pencegahan kami perbanyak produk Stimuno untuk menjaga sistem imun manusia dan berbagai produk-produk seperti Lycoxy dan Seloxy yang mengandung kadar vitamin C dan Zinc dalam jumlah tinggi,” bebernya.
Dexa Group juga, masih ujar Ferry telah memberikan perhatian kepada para medis, dokter, perawat di garda terdepan penanganan Covid-19. Dengan menyediakan berbagai macam peralatan dan informasi kedokteran yang mereka butuhkan dalam menangani setiap pasien COVID-19.
Ketua Dewan Juri DASS 2020 Dr. Raymond Tjandrawinata yang merupakan Molecular Pharmacologist Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dexa Group mengemukakan adanya DASS ini Dexa Group mencari calon-calon saintis yang mau berinovasi untuk menemukan obat di masa depan yang dapat digunakan khususnya bermanfaat bagi pasien COVID-19.
“Para saintis dari finalis DASS tidak berhenti di sini, tetapi harus memberikan kontribusi melalui riset yang dilakukan,” ujarnya.
Di tempat yang sama Ketua Panitia DASS 2020 Sonny Himawan menuturkan, Dexa Award Science Scholarship diselenggarakan atas gagasan dan ide mulia Founder Dexa Group (Alm.) Letnan Kolonel (Purn) Drs. Rudy Soetikno, Apt. Semangat pengabdian dan kontribusinya di bidang kesehatan bisa ditularkan kepada para generasi muda melalui dukungan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Hingga saat ini DASS telah memberikan lebih dari 3.000 beasiswa mulai tingkat pendidikan dasar, akademis profesi Apoteker, hingga jenjang pendidikan tinggi S2 sejak tahun 2009. Rangkaian program beasiswa S2 DASS 2020 dimulai dari pengumuman pendaftaran dan pengumpulan proposal yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 20 April lalu. Dari program DASS 2020 telah mampu menjaring 1.691 pendaftar yang berasal dari 34 provinsi, 403 kabupaten/kota, dan 378 universitas di seluruh Indonesia.
Perlu diketahui, pemenang Dexa Award Science Scholarship 2020 telah menyisihkan finalis di antaranya: Yoga Romdoni dari Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Indonesia, Reno Susanto dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Riau, dan Joshua Eka Harap dari Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat. (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.