Pengusaha Sesalkan Ada Oknum di Bansos Sembako

indopos.co.id – Belakangan ini program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat berupa paket untuk keluarga yang terdampak penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Jabodetabek berbuah persoalan. Sebab, program Kementerian Sosial yang mulai dibagikan April 2020 lalu itu diduga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta, Billy Haryanto yang menyesalkan ada oknum yang diduga memanfaatkan program bansos sembako tersebut.
“Dia membeli beras dari pengusaha beras tapi hingga kini belum dibayar. Alasannya macam-macam, sampai bilang belum dibayar pemerintah,” tegas Billy di Jakarta pada Minggu (21/6/2020).
Padahal, sambung dia, jika oknum itu belum bayar, pengusaha beras kelimpungan lantaran kesulitan membeli beras dari petani. Saat lebih jauh ditanyakan siapa oknum itu?. Billy enggan menyebutkannya.
“Yang jelas saya tahu namanya. Kalau enggak beres, saya gigit. Saya akan lapor polisi,” tegas Billy.
Sebetulnya, lanjut dia, pengusaha beras sangat bersyukur dengan program bansos sembako karena membantu pengusaha di tengah gonjang-ganjing ekonomi karena efek corona. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan manfaat dari program itu. “Program itu menyerap stok beras anggota Perpadi,” kata dia.
Menurut Billy, kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan bansos sembako di tengah pandemi corona sudah tepat. “Masyarakat butuhnya kebutuhan pokok agar bisa makan,” ungkap dia. Karenanya, dia dan pengusaha beras mendukung program itu agar sukses. “Rupanya ada oknum yang bikin masalah. Saya akan bawa persoalan ini ke hukum jika tidak ada itikad baik,” tegas pengusaha beras yang hobi badminton itu.
Pendapat senada disampaikan Hidayat, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Sebab menurutnya, banyak pedagang beras mulai mengandalkan penjualan bansos untuk menjaga omzet mereka.
Selain pemerintah pusat, pedagang PIBC juga bermitra dengan PD Pasar Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan beras bansos ini.
Sejumlah perusahaan, ungkap Hidayat, datang ke PIBC dan menawarkan untuk memasok bansos kepada para pedagang. Hanya saja, Hidayat mengungkapkan, pedagang harus berhati-hati karena kini ramai penipuan oknum yang datang menawarkan kerjasama beras bansos tapi dengan nama pribadi, bukan instansi. Alhasil, pedagang berisiko mengalami kerugian seperti penundaan pembayaran.
Risiko seperti itu jelas dikhawatirkan oleh para pedagang karena para pedagang tak harus memutar kembali uang hasil penjualan beras bansos.
“Kami harus pintar-pintar mencari mitra agar beras bansos ini bisa terjual,” tandasnya.
Program bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek mulai disalurkan pada April 2020 lalu. Program pemerintah itu menyasar lebih dari 5 juta warga jabodetabek yang terdampak Covid-19. Sementara program tersebut tengah berjalan selama sekitar 3 bulan belakangan ini. (mdo)
Baca Juga :

Ada Pengurangan Penerima Bansos di Bekasi

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.