Tak Hanya Penyuluh, Kostra Tani Tanggung Jawab Para Fungsional di BPP

indopos.co.id – Optimalisasi tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan melalui peningkatan peran sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) bukan semata-mata tanggung jawab penyuluh pertanian. Akan tetapi harus didukung dan dilaksanakan 16 fungsional di BPP sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

“Kostra Tani memang berpusat di BPP, tapi yang bekerja dan bertanggung jawab bukan hanya penyuluh pertanian. Bisa pingsan mereka jika semua dibebankan ke mereka. Penyuluh memang fungsional utama di BPP, tapi tidak berarti semua hal bisa dia tangani,” kata Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi pada focus group discussion (FGD) virtual bertajuk Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) di Jakarta dengan para penyuluh dari sejumlah daerah, Selasa (23/06/2020).

Dedi mengaku, ada 16 fungsional di BPP yang didukung penuh oleh seluruh unit kerja eselon satu di Kementerian Pertanian (Kementan) melalui fungsionalnya di BPP seperti Analisis Ketahanan Pangan, Pengawas Alsintan dan Medik Veteriner dan lainnya. Sebagaimana diketahui petugas pelaksana KostraTani di BPP meliputi Penyuluh Pertanian, Mantri Tani/KCD, Anggota Poktan/Gapoktan/KUB, Medik Veteriner-Paramedik Veteriner, Pengawas Alsintan, Analisis Ketahanan Pangan, Analisis Pasar Hasil Pertanian, Operator IT, POPT-PHMP-PVPT dan Wastukan-Wasbitnak.

“KostraTani selaras sasaran umum dan strategi utama Kementan 2020 hingga 2024 untuk mewujudkan SDM pertanian profesional, mandiri, berdaya saing dengan jiwa kewirausahaan. Hal itu sinkron dengan peran BPPSDMP melaksanakan penyuluhan, pendidikan, pelatihan untuk mendukung Kostra Tani,” papar Dedi didampingi Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah dan Kepala Pusluhtan BPPSDMP Leli Nuryati.

Menurut Dedi, Kostra Tani menjalankan lima peran utama. Ini di antaranya sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Selanjutnya, Dedi menguraikan, eksistensi fungsional Kostra Tani terhadap 10 Program Utama Kementan mendukung bagi kepentingan petani. Seperti pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengembangan infrastruktur, alat mesin pertanian (Alsintan), peningkatan produksi tanamam pangan melalui pengembangan kawasan berbasis korporasi (Propaktani), dan pengembangan kawasan hortikultura berdaya saing (Gedor Horti).

Selain itu, kata Dedi juga ada program utama lain dari fungsional Kostra Tani. Yakni, Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas, Produksi, dan Daya Saing Perkebunan (Grasida), Peningkatan Populasi, Produktivitas, Mutu Ternak Potong dan Unggas (SiKomandan), Akselerasi Pemanfaatan Inovasi Teknologi dan Perbanyakan Produksi Benih dan Bibit Hasil Penelitian Badan Litbang Kementan, pengentasan daerah rentan dan rawan pangan melalui family farming atau Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Pertanian Masuk Sekolah (PMS), distribusi dan pengendalian harga bahan pokok, diversifikasi pangan lokal, penguatan layanan perkarantinaan dan akselerasi ekspor pada program Tiga Kali Lipat Ekspor (GratiEks).

“Tantangan utama sektor pertanian adalah mencukupi pangan bagi seluruh rakyat. Baik ketersediaan maupun akses untuk mendapatkan suplai pangan,” ucapnya pada kegiatan Ngobras yang dihadiri Kabid Penyelenggaraan Penyuluhan Pusluhtan I Wayan Ediana.

Dedi menambahkan, Kostra Tani di tingkat kecamatan sebagai pelaksana utama program strategis Kementan. Pelaksanaannya bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) melalui Kostrada di tingkat kabupaten dan Kostrawil di provinsi di bawah kendali Kostra Tanas di tingkat pusat yakni Kementan di Jakarta.

“Kementan mengajak seluruh penyuluh dan petani untuk untuk tetap sehat di tengah Pandemi COVID-19. Kalau sehat kita bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Bisa mendampingi petani untuk genjot produksi,” katanya pada Ngobras III dipandu Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan Pusluhtan, Septalina Pradini selaku host.

Sementara melalui video conference Ngobras dari Banyuwangi, Koordinator Penyuluhan Pertanian Pemkab Banyuwangi Pongky menyatakan, dukungan pada Kostra Tani sejalan dengan pembangunan pertanian di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi.

“Pemkab Banyuwangi mengoptimalkan peran BPP seperti halnya Kostra Tani plus sebagai Klinik Petani dan Pusat Kemitraan. Tujuannya mencari solusi masalah di lapangan dan menggandeng mitra untuk petani dengan berbagai pihak terkait, realisasinya adalah pengembangan BPP sebagai destinasi wisata,” tuturnya. (mdo/cok)

 

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.