Belajar Peduli Sesama, Joseph Jadi Muallaf

indopos.co.id – Hidayah yang didapatkan seseorang dapat menuntun ke jalan yang benar Untuk menjalani kehidupan agar selamat dan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pada Kamis (25/06/2020) Tim Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa bersama Komunitas Ojol Nusantara melakukan Pendampingan pembacaan syahadat yang membuat wajah bahagia terpancar dari Josep Joshia Patarangi yang telah menunggu dari tahun 2018 untuk memeluk agama Islam. Proses pembacaan syahadat dilaksanakan di musholla AL – Husaini, Ciganjur, Jakarta.

Sebelum menjadi muallaf Joseph merupakan pemuka agama. Setelah menunggu masa bakti menjadi pemuka agama selesai niat untuk menjadi mualaf wujudkannya. Pada proses menuju muallaf, banyak dorongan dan motivasi untuk tetap bersabar dan bertawakal atas yang dialami. Kondisi para muallaf yang masih butuh pendampingan, membuat Dompet Dhuafa melakukan secara spiritual untuk memahami keyakinan yang kini dijalaninya.
“Saya berterimakasih kepada semua yg telah diberikan, pelatihan – pelatihan untuk proses saya menjadi manusia yang sebenarnya. Dulu saya kurang memanusiakan orang, atau artinya tidak peduli kepada orang tapi setelah banyak masukan saya lebih menghargai orang. Sebenernya saya ingin menjadi muallaf itu dari tahun 2018, Alhamdulillah sekarang tercapai dari dua tahun yang lalu untuk jadi muslim. Saya mohon bimbingannya walaupun keluarga saya 80 persen muslim masih butuh bimbingannya,” ucap Joshep Joshia Patarangi selaku muallaf.

Pada pengucapan syahadat tersebut disaksikan oleh Komunitas Ojol Nusantara dan perwakilan squad khadijati yang memberikan dukungan kepada joseph untuk memeluk agama islam. Program pesantren muallaf tentunya akan bersinergi dengan berbagai lapisan masyarakat dan lembaga mitra pembina muallaf yang ada di beberapa wilayah di Indonesia dengan sinergi yang baik diharapkan pembinaan muallaf akan saling melengkapi. Saat ini, Dompet Dhuafa sudah 350 mualaf yang sudah dibimbing dan bina pasca syahadat serta pesantren mualaf Dompet Dhuafa sudah memiliki 5 cabang yaitu Manado, Riau, Cianjur, Alor, Papua dan Jakarta.

Baca Juga :

Alhamdulillah pada kamis (25/06/2020) saya diberikan kesehatan bisa berkumpul di Mushola ini dan menyaksikan saudara kita yaitu Bang Yos, untuk membacakan syahadat. Kawan – kawan kita dari Ojol Nusantara juga pegiat kemanusiaan sehingga kami berkolaborasi pada Ramadhan kemarin dengan yayasan Khadijati Foundation yang memiliki keseluruhan anggotanya wanita ada program membagikan 1.000 paket bahan beras dan minyak yang di bantu untuk mendistribusikan paket tersebut. Alhamdulillah mendengar kabar dari Squad Khadijati dari rekan Ojol Nusantara bahwa ada anggotanya yang mengucapkan kalimat syahadat mangkanya kami perwakilan squad menyempatkan untuk datang. Mudah mudahan segala keadaan kita di dunia, Allah jadikan sebagai wasilah kita di akhirat. Ingin menitipkan alquran, Sirah Nabawiyah, buku bimbingan islam untuk pemula, dan buku yang saya tulis untuk bimbingan beliau menjalinnya kehidupannya,” ucap Khadija yang sebelumnya dikenal dengan Peggy Melati Sukma.

Program Pesantren Muallaf Dompet Dhuafa juga menjadi wadah dan sarana untuk menggali lebih jauh potensi-potensi yang dimiliki oleh para muallaf. Program pembinaan muallaf yang dilakukan Dompet Dhuafa menjadi aktifitas paralel dilakukan bersama dengan tim Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk penguatan aqidah, pendalaman ilmu agama Islam, bimbingan membaca alquran dan juga ikhtiar kemandirian dengan pendidikan vokasional untuk membangun semangat kemandirian dan jiwa entrepreneurship bagi muallaf.

Baca Juga :

“Alhamdulillah hari ini kita bahagia, kaerena hari ini bang Joseph yang bersyahadat yang kita saksikan semua dengan keikhlasan beliau untuk bersyahadat. Beliau merupakan pegiat kemanusiaan yang berdampingan dengan Dompet Dhuafa. Kami sangat terharu, semua menitikan air mata kebahagiaan, ketika allah sudah berkhendak, hidayah allah sudah turun tidak ada yang bisa menghalanginya. Bimbingan yang di berikan kepada mualaf pasca syahadat yaitu Thaharah (penyucian diri), belajar berwudhu dan belajar mandi dan pelajaran islam yang lainnya,” Ucap Muhammad Aris Alwi selaku Koordinator Respon Nasional Pesantren mualaf Indonesia Dompet Dhuafa. (mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.