Petugas BPJAMSOSTEK Pluit Pastikan Karyawan Kecelakaan Kerja Kembali Bekerja

indopos.co.id – Petugas BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Pluit mengunjungi AS, seorang peserta yang kembali bekerja setelah pulih dari kecelakaan kerja, Senin (29/6/2020). Kini AS kembali diterima perusahaan dia bekerja semula, di Jakarta Utara.  AS meski mengalami disabilitas karena dua jari tangan kanannya teramputasi namun tidak ter-PHK dari pekerjaannya.

”Peserta kami ini masih dalam pendampingan dari Manajer Kasus KK-PAK (kecelakaan kerja-penyakit akibat kerja) Kantor Cabang Jakarta Pluit Hadi Pratikno untuk memantau keadaan peserta dan memastikan peserta kembali bekerja,” ungkap Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Pluit Husaini, di Jakarta Utara, Senin (29/6/2020). Menurut Husaini, AS merupakan salah satu peserta program return to work (RTW) atau kembali bekerja yang merupakan manfaat tambahan dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJAMSOSTEK.

Baca Juga :

Menurut Husaini, seluruh peserta BPJAMSOSTEK berhak mendapatkan fasilitas program RTW ini. Dikatakan, AS bekerja di salah satu perusaaan produksi kaleng di Jakarta Utara.  Musibah yang menimpanya berawal Ketika dirinya bekerja mencetak kemasan kaleng pada 3 Oktober 2019. Tanpa disadari ternyata dua jari tangan kanannya terhimpit mesin press kaleng hingga terputus.

”Saudara AS lalu dilarikan ke RS Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) yang sudah bekerja sama dengan kami. Karena saudara AS adalalah peserta kami, maka dia tanpa harus membayar biaya perawatan dan biaya-biaya tindakan medis sedikitpun karena semuanya sudah menjadi tanggungan BPJAMSOSTEK dari program JKK,” cetusnya. Hingga kemudian dokter setempat mengambil tindakan bedah kepada AS. Sayangnya, kedua jarinya yang putus tidak memungkinkan untuk disambung kembali.

Menurut Husaini selama menjalani pemulihan kecelakaan kerja, peserta didampingi oleh petugas manager kasus KK-PAK BPJAMSOSTEK. Seperti halnya AS, petugas manager kasus KK-PAK terus mendampinginya semenjak dirawat, rawat inap, hingga memastikan peserta kembali bekerja. ”Perusahaan tempat suadara AS bekerja ini contoh perusahaan yang baik dan patut ditiru karena mendaftarkan seluruh karyawannya baik yang berstatus karyawan tetap ataupun yang kontrak menjadi peserta BPJAMSOTEK. Sehingga, seluruh karyawan terlindungi khususnya oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja,” ungkapnya.

Husaini mengatakan, perusaaan tempat AS bekerja juga berkomitmen dengan program RTW. Sehingga perusaan tersebut tetap menerima kembali karyawan yang mengalami disabilitas karena kecelakaan kerja. Tentu saja penempatan pekerjaan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan karyawan terkini.  ”Sampai saat ini sudah ada dua karyawan di perusahaan tersebut yang mengalami kecelakaan kerja dan mengikuti program RTW. Kedua karyawan tersebut telah bekerja kembali di perusahaan semula,” cetus Husaini.

Dikatakan, banyak kasus tenaga kerja yang nasibnya terpuruk setelah mengalami kecelakaan kerja karena di-PHK oleh perusahaannya. Namun dirinya menjamin kasus tersebut tidak akan terjadi pada tenaga kerja yang terlindungi oleh program BPJAMSOSTEK melalui program RTW.(dni/mdo)


loading...

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.