Alexa Metrics

Ini yang Perlu Dilakukan untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Ini yang Perlu Dilakukan untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, pada acara Focus Group Discussion Penyesuaian Pelayanan Pariwisata di Era Tatanan Normal Baru yang dilakukan secara virtual, Selasa (30/6/2020).

indopos.co.id – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) selaku pembina pelayanan publik nasional, turut berpartisipasi agar pelayanan sektor pariwisata menjadi lebih baik. Sehingga mendapatkan kepercayaan lagi dari para wisatawan melalui penerapan berbagai kebijakan pelayanan publik.

Untuk diketahui pemulihan industri, pariwisata, dan investasi merupakan salah satu dari empat fokus utama dalam tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021 yakni mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan, sektor pariwisata sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat.

Kementerian PANRB berupaya untuk mendorong dan membantu agar sektor pariwisata dapat memperbaiki layanannya melalui penerapan berbagai kebijakan di bidang pelayanan publik.

“Kami berharap dapat membantu melakukan pendampingan dan pembinaan secara intensif. Sehingga pariwisata dapat bertumbuh kembali, dan memberikan kesejahteraan kepada bangsa,” ujarnya pada acara Focus Group Discussion Penyesuaian Pelayanan Pariwisata di Era Tatanan Normal Baru yang dilakukan secara virtual, Selasa (30/6/2020).

Saat ini, menurut Guru Besar Universitas Sriwijaya, sektor pariwisata mengalami lack of trust destination. Hal ini terjadi karena dampak pandemi melalui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penerapan lockdown atau karantina wilayah yang membatasi perjalanan.

“Wisatawan juga masih merasa nyaman untuk tetap berada di rumah. Dari pada pergi berwisata demi memutus mata rantai penyebaran virus corona,” jelas Diah.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah tren dalam berwisata. Diantaranya kegiatan wisata yang semula dilakukan secara rombongan (grup), dengan adanya penerapan
social distancing, wisatawan akan lebih senang berwisata secara individual. Tetapi dengan penerapan social distancing.

“Kegiatan wisata juga hanya akan dapat dilakukan jika wisatawan merasa bahwa destinasi wisata yang dituju telah memperhatikan beberapa faktor penting. Yaitu clean, health, dan juga safety (CHS),” ujar Diah.

Perubahan tren wisata selanjutnya yaitu yang menarik minat wisatawan adalah kualitas dari kunjungannya pada destinasi wisata. Sehingga faktor kenyamanan menjadi hal yang diprioritaskan.

Selanjutnya, pemanfaatan platform digital dan konten kreatif yang menjadi sebuah kebutuhan. Diantaranya seperti, marketing destinasi wisata dapat dilakukan secara cepat dan masif. Melalui berbagai media online, menciptakan branding destinasi wisata melalui konten yang positif dan menarik.

Penggunaan prinsip cashless payment dalam transaksi wisata. Serta konsep wisata virtual. Yaitu wisata dengan perjalanan virtual dengan sudut pandang 360 derajat untuk mengajak wisatawan menjelajahi berbagai destinasi wisata secara daring.

“Perubahan tren harus disikapi secara cepat. Dengan melakukan berbagai transformasi pelayanan pariwisata. Sehingga sektor pariwista dapat dibuka kembali. Dan juga kita berharap sektor pariwisata dapat bertumbuh seperti sedia kala,” pungkasnya.(dai)



Apa Pendapatmu?