Alexa Metrics

Ribuan Anak Papua Menempuh Studi di Luar Untuk Bangun Kampung Halaman

Ribuan Anak Papua Menempuh Studi di Luar Untuk Bangun Kampung Halaman Ilustrasi anak-anak Papua tengah bermain di salah satu pantai. DOK Indopos
indopos.co.id – Masyarakat Papua memiliki kemampuan setara dengan masyarakat lain asalkan mendapat kesempatan yang sama. Apalagi saat ini pemerintah juga terus membangun sumber daya manusia melalui berbagai jalur, baik pendidikan, pelatihan juga mengirimkan anak-anak muda Papua berbakat menimba ilmu baik ke luar Papua maupun ke luar negeri.
Bupati Kabupaten Paniai Meki Nawipa menyampaikan Gubernur Papua telah mengirimkan pemuda Papua terbaik untuk belajar, sehingga ketika kembali mampu membangun Papua, juga Indonesia.
“Ada banyak anak muda Papua yang sekolah di Rusia, Eropa, Amerika, hingga New Zeland, kami bekerja dari hulu ke hilir. Bicara pendidikan tidak semata pintar dan bodoh, namun juga menghasilkan SDM jujur, mampu dipercaya, kami berusaha merangkum menjadi satu. Membangun karakter yang bisa ditunjukan Indonesia, karena Papua mampu memimpin,” ujar Meki Nawipa, dalam Diskusi dengan tema, Kepemimpinan Papua Dalam Membangun Indonesia, Rabu (1/7/2020).
Ditegaskan Meki, kesempatan untuk berkontribusi kepada Indonesia selalu terbuka, asalkan anak-anak Papua memakai kesempatan itu untuk mendorong diri sendiri menjadi lebih baik. Karena itu pemerintah daerah terus menerus mendorong peningkatan SDM. Paling dekat, menurut Meki, akan memberangkatkan 10 anak muda Papua belajar ke Amerika.
Bagi dia, akan menjadi kebanggaan warga Papua mampu berprestasi, baik di luar negeri, di Jakarta, maupun dimana saja. Kembali tidak kembali ke Papua tidak masalah asalkan berkontribusi positif. Ia bercerita, ketika berkarir tidak akan pernah keluar dari tempat ia bekerja, sebelum memberi kesempatan untuk anak-anak Papua lain untuk masuk.
Ia mengajak anak-anak muda Papua juga anak muda Indonesia lain, dalam memimpin, tidak harus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun bisa menjadi pengusaha. Karena itu, ia pun memberi bantuan dukungan permodalan kepada anak muda Papua di daerahnya yang ingin berusaha. Apalagi pada tahun depan ia ingin menjadikan Paniai menjadi sentra kopi. “Memaksimalkan potensi daerah, masyarakat sejahtera pemerintah maju,” katanya.
Ditegaskan Meki, persepsi negatif tertentu ke warga Papua, sejatinya tidak tepat. Ia mengajak semua pihak untuk melihat secara utuh. Bahkan, persepsi negatif itu harus dilawan dengan prestasi. Ia bercerita, ketika kuliah di luar negeri, belajar sampai 13 jam. Karena itu, jangan pernah merasa kecil hati, apalagi orang Papua sangat practical, bisa lebih baik dari yang lain. “Warga Papua punya kemampuan, yang penting jangan dipolitisir saya yakin anak muda Papua mampu sukses, jangan selalu down,” ujarnya.
Akademisi Universitas Cendrawasih J.R Mansoben menambahkan dari berbagi riset dan literatur, anak-anak muda Papua sesungguhnya sangat mampu beradaptasi dengan situasi dan kondisi apapun. Kemudian juga mampu meningkatkan kemampuan secara cepat, sehingga akan mampu memimpin setiap lingkungan.
“Itu sudah menjadi sifat dasar sehingga tidak boleh ada keraguan, berikan kesempatan kepada pemuda Papua, dalam bidang apa saja, karena bisa beradaptasi, dan mampu memimpin,” ujar Mansoben.
Karena itu, perlu dukungan sistem pendidikan yang bagus dan mampu dirasakan semua di Papua, agar segala potensi dapat dikeluarkan sehingga bersama-sama mampu membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Ketua Presidium PP PMKRI 2020-2022 Benediktus Papa dalam kesempatan diskusi menyampaikan semangat anak muda Papua sangat besar, juga mampu bersaing, hanya saja seringkali kemampuan itu tidak sejalan dengan kesempatan yang tersedia. Itu terutama ketika kembali ke Papua. Karena itu, ia mendorong agar otonomi khusus benar-benar mampu memberi ruang yang besar kepada SDM Papua. Kesan bahwa apatis terhadap anak muda Papua sangat tidak tepat, karena sejatinya sangat tinggi keinginan untuk membangun memimpin.
“Semangat kawan-kawan pemuda Papua sangat tinggi, dikesankan apatis padahal di lapangan semangat  mereka tinggi membangun, namun ada stigma sehingga hilang kepercayaan diri ketika bertarung di daerah, ini masih jadi persoalan untuk di evaluasi, diperbaiki,” jelasnya.
Rudolf Yanto Basna, Anggota Timnas RI yang kini bermain di liga Thailand menjadi bukti bahwa anak muda Papua mampu berkarir di mana pun memimpin dalam bidang apapun. Ia bercerita, mimpi bermain bola di luar negeri dengan tekad besar bahwa ia mampu, memiliki kemampuan yang sama dengan pemain bola lain.
Kemudian, Pilot Perempuan Papua Martha Astin Itaar yang mendapatkan kesempatan beasiswa di New Zaeland juga sepakat bahwa anak muda Papua mampu memimpin berkontribusi di segala bidang. Selama ia berkarir, tidak pernah mengalami isu-isu rasialis. Menurut dia, salah satu tantangan Papua saat ini agar bisa lebih dikenal dunia, dengan persepsi positif, seperti dimiliki Bali. (vit)



Apa Pendapatmu?