Alexa Metrics

Bintaro Jaya High Rise Edukasi Masyarakat untuk Investasi Properti

Bintaro Jaya High Rise Edukasi Masyarakat untuk Investasi Properti mdo

indopos.co.id – Kasus peningkatan COVID-19 di Indonesia masih tercatat tinggi setiap harinya, per tanggal 2 Juli 2020, tercatat 57,770 positif COVID-19 dengan penambahan kasus harian di angka 1,385 di seluruh Indonesia. Meskipun pemerintah telah mengambil keputusan untuk menetapkan “New Normal”, sehingga larangan-larangan perkumpulan massa telah diperbolehkan, tetap perlu ada pertimbangan dari
masyarakat mengingat karakter transmisi virus ini.

Selain itu, dengan terjadinya pandemi, banyak dampak yang dirasakan baik secara mikro maupun makro pada aspek perekonomian, sehingga keputusan finansial di masa ini menjadi sangatlah krusial.

Melihat kondisi ini, Bintaro Jaya High Rise (BJHR), brand gabungan condominium milik
PT Jaya Real Property Tbk melihat diperlukan adanya edukasi untuk masyarakat yang sedang dilanda dilema akan keputusan melaksanakan resepsi pernikahan dan perencanaan keuangan di masa pandemi.

Oleh sebab itu, BJHR mengakomodir sesi
bincang virtual dengan menggandeng Financial Planner dari ZAP Finance Prita Ghozie dan figur pasangan muda sukes di Tanah Air Ayudia C dan Ditto Percussion, untuk dapat
memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya manajemen keuangan di masa pandemi.

“Tentu saja sejak terjadinya pandemi, banyak penyesuaian di kehidupan kami, meskipun
sudah bisa serba virtual, tetap saja ada beberapa proyek yang belum bisa jalan, ada
dampaknya sih terhadap keuangan”, ujar Ayudia C di Bincang Virtual “Hemat Pernikahan untuk Investasi Masa Depan di Masa COVID-19” yang diselenggarakan oleh BJHR.

“Tentunya, penting sekali memikirkan pengeluaran dan memiliki perencanaan keuangan yang strategis di masa ini, sebagai keluarga muda, kita harus mulai bisa
mengesampingkan pengeluaran yang tidak primer apalagi di masa pandemi yang belum tahu berakhir hingga kapan,” tambah Ditto Percussion.

Prita Ghozie, CEO & Principal Consultant @zapfinance mengatakan, “Masa pandemi ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa sangat diperlukan adanya sikap kritis dan bijaksana dalam perencanaan pembiayaan, karena akan ada tragedi yang akan berdampak pada perekonomian yang tidak diduga, sehingga kita harus selalu siap secara
finansial”.

Pada bincang virtual itu, Prita juga membahas tentang pembiayaan yang wajar
untuk melangsungkan pesta resepsi pernikahan, “Mungkin pandemi ini justru menjadi
momen untuk kita semua berefleksi bahwa sebenarnya perencanaan resepsi pernikahan tidak perlu memakan biaya besar, apalagi sampai berhutang hanya untuk pesta satu hari,
ini yang harus diperhatikan dengan baik”.

Prita kemudian menjabarkan perhitungan perencanaan pembiayaan resepsi yang ideal dan tidak termasuk kategori pemborosan.

“Sebuah pesta pernikahan dikatakan pemborosan
ketika setelah menikah tidak ada dana darurat, jumlah biayanya sudah melebihi bujet yang sudah dikumpulkan sebelumnya, bahkan sampai berutang. Dan akibatnya apa?
Keuangan saat memulai pernikahan menjadi berantakan. Solusinya tentu saja sadar dengan kemampuan diri sendiri. Who are we fooling? Buat apa membuat pesta mewah,
demi harga diri kalau akhirnya kita tidak bisa memenuhi berbagai kebutuhan keluarga
termasuk punya rumah? @zapfinance juga kerap mengedukasi audiensnya melalui platform Instagram dan YouTube terutama untuk pasangan muda, agar mengatur biaya pernikahan sehingga bisa mencapai berbagai tujuan keuangan di masa depan. Dana
darurat, dana rumah, dan dana investasi untuk masa depan adalah 3 hal utama,” pungkasnya. (mdo)



Apa Pendapatmu?