Operasi Lutut Ni Ketut Mahadewi Ditanggung Penuh BPJAMSOSTEK

indopos.co.id –Pebulutangkis spesialis ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani menjalani operasi penyembuhan cedera pada kedua lututnya. Operasi berlangsung Kamis (2/7/2020) di RS Medistra, Jakarta.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) Jakarta Ceger Dani Santoso, mengatakan seluruh biaya tindakan medis dan perawatan rumah sakit  Ni Ketut Mahadewi Istarani ditanggung penuh oleh pihaknya. ”Saudari Ni Ketut Mahadewi ini adalah peserta BPJAMSOSTEK yang terdaftar pada kantor cabang kami melalui  PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia),” ungkap Dani, di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga :

Dani mengatakan, Ketut dilaporkan cedera saat berlatih di tempat latihan. Musibah tersebut berawal ketika Ketut melompat untuk smash namun posisi mendaratnya kurang sempurna dengan posisi lutut yang menjadi tumpuan yang mengakibatkan kedua lututnya cedera.

Menurut Dani, PBSI mendaftarkan atlet-atlet bulutangkisnya menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Untuk itu seluruh risiko dari aktivitas atlet mulai berangkat kerja, di tempat pertandingan atau latihan, hingga perjalanan pulang ke rumah ditanggung oleh program BPJAMSOTEK. ” Seperti Saudari Ni Ketut Mahadewi ini mengalami cedera saat berlatih di tempat latihan adalah tergolong kecelakaan kerja yang seluruh biaya pemulihannya akan ditanggung oleh program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJAMSOSTEK,” cetusnya.

Dikatakan, JKK memberikan jaminan pemulihan tanpa adanya batasan biaya dan batasan waktu perawatan alias unlimited. Perserta akan dipulihkan tanpa mengeluarkan biaya rumah sakit sepeserpun sampai sembuh dan sampai kembali beraktivitas/bekerja. ”Atlet merupakan salah satu profesi yang berhak dilindungi oleh program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang sangatlah besar manfaatnya. Untuk itu kami tidak pernah lelah untuk mengajak kepada seluruh pekerja apapun bentuk pekerjaan atau aktivitasnya untuk segera mendaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” cetusnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, cedera yang dialami Ketut tidak tergolong parah dan diharapkan bisa pulih dalam waktu dua bulan.

”Operasi yang dijalani Ketut tidak termasuk operasi besar, ada peradangan di lutut yang harus dibersihkan. Problemnya karena ada peradangan, dibersihkan supaya tidak ada keluhan lagi ke depannya,” jelas Susy.

”Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJAMSOSTEK yang telah membantu dan menjamin seluruh proses operasi Ketut, ini merupakan bukti nyata manfaat yang diterima dari terdaftarnya seluruh atlet Pelatnas PBSI dalam program BPJAMSOSTEK,” tambah Susy.

Ketut kini fokus pada pemulihan pasca operasi. Wabah Covid-19 membuat turnamen bulutangkis ditiadakan untuk sementara waktu, waktu kosong ini dimanfaatkan Ketut untuk memaksimalkan proses penyembuhan kedua lututnya.

“Memang bukan operasi besar, kalau dibilang parah banget sih nggak juga, karena saya masih bisa jalan. Tapi mumpung sekarang ada waktu kosong, jadi diputuskan untuk operasi,” kata Ketut.

”Untuk recovery-nya tergantung dari saya juga, kalau bisa menjaga dan rajin terapi bisa sekitar dua bulan,” ujarnya.(dni/mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.