Alexa Metrics

Ekspor Pertanian Ditentukan Sinergi Petani dan Penyuluh

Ekspor Pertanian Ditentukan Sinergi Petani dan Penyuluh Kiri ke kanan: Kapusluh Leli Nuryati; Anggota Komisi IV DPR, Julie Sutrisno Laiskodat dan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

indopos.co.id – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan, petani bersama penyuluh berada di garda terdepan mendukung ekspor komoditas pertanian. Tujuannya, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (GratiEks) didukung kekuatan seluruh pelaku pembangunan pertanian, hulu ke hilir (on farm dan off farm) untuk peluang jutaan lapangan kerja.

“Dampak ekspor akan melibatkan jutaan orang di sektor pertanian. Dukungan petani, penyuluh dan seluruh rakyat melalui GratiEks akan mendorong pengusaha dan eksportir melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat,” kata dia, di Bogor, Jumat (3/7/2020) saat konferensi video dan live streaming dengan ribuan petani dan penyuluh di seluruh Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor semua sektor turun, Januari hingga Mei 2020, kecuali pertanian yang mencapai USD1,43 miliar atau tumbuh 5,63 persen dari periode sama 2019 sebesar USD1,35 miliar.

Menurutnya, sektor pertanian menentukan kelangsungan hidup rakyat sekaligus menjamin stabilitas nasional dari ketersediaan pangan. GratiEks merupakan bagian dari program jangka panjang dalam meningkatkan sisi produksi hingga 7 persen/tahun.

“Pertanian sangat penting dalam situasi apa pun. Kalau perang, meskipun senjata canggih didukung prajurit terampil, tidak ada artinya kalau perut kosong. Petani didampingi penyuluh harus sinergi memenuhi kebutuhan pangan rakyat,” kata Mentan Syahrul didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil.

Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat menyatakan dukungan pada komitmen Kementerian Pertanian RI meningkatkan ekspor pertanian seraya mengingatkan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat.

“Barulah surplus produksi pangan diekspor ke mancanegara untuk pemasukan negara melalui devisa dari ekspor pertanian,” kata Julie Sutrisno Laiskodat di Jakarta didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Kepala Barantan, Ali Jamil selaku narasumber pada konferensi video Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 13 mengatakan, Barantan telah menetapkan langkah strategis didukung sistem dan informasi teknologi. Petugas karantina di lapangan dibekali peralatan canggih di era industrialisasi 4.0.

“Barantan mendukung langkah strategis Kementan untuk meningkatkan volume ekspor, mendorong pertumbuhan eksportir baru, menambah ragam komoditas ekspor dan menambah mitra dagang,” kata Ali Jamil di Bogor.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi memastikan bahwa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks.

“Hal itu sejalan dengan instruksi dan arahan Mentan Syahrul, untuk menjadikan KostraTani sebagai pusat koordinasi dan kolaborasi pembangunan pertanian,” kata Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Leli Nuryati.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. “Mereka tergolong unggul, rata-rata berusia di bawah 40 tahun sebagai tumpuan masa depan pertanian Indonesia,” tuturnya.

Mentan Syahrul di akhir arahannya mengingatkan bahwa GratiEks memang bermaksud mengajak generasi milenial menjadi bagian GratiEks. Generasi milenial harus menjadi dorongan positif bagi pembangunan, karena pertanian memerlukan sentuhan dan terobosan generasi milenial.(mdo/cok)



Apa Pendapatmu?