Alexa Metrics

Apresiasi Komitmen Pertamina Dalam Pembangunan Kilang RDMP dan GRR

Apresiasi Komitmen Pertamina Dalam Pembangunan Kilang RDMP dan GRR minyak

indopos.co.id – Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan proyek kilang. Yakni beberapa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Roof Refinery (GRR). Proyek itu ditargetkan rampung tepat waktu.

Proyek tersebut terdiri dari pengembangan kapasitas untuk empat kilang dan pembangunan kilang baru. Pengembangan kapasitas kilang dilakukan di kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian Balongan, Jawa Barat. Dumai di Riau, dan Balikpapan, Kaltim. Adapun dua kilang baru dibangun di Tuban, Jawa Timur dengan total investasinya USD48 miliar

“Patut kita apresiasi progres pembangunan kilang yang sedang dilakukan oleh Pertamina. Terutama untuk progres konstruksi fisik yang dicapai RDMP Balikpapan yang saat ini sudah mencapai 17,41persen,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2020).

Nantinya kata dia, kapasitas produksi RDMP Balikpapan akan meningkat menjadi 360 ribu barel. Dan siap beroperasi pada tahun 2023.

“Untuk RDMP Cilacap dimana saat ini untuk pekerjaan awal phase II sudah 18,94 persen dan GRR Tuban untuk landclearing lahan sudah 100 persen dan restorasi pantai 92,51 persen,” terang Mamit

Menurut Mamit, proyek kilang tersebut sesuai dengan visi Pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Ini merupakan satu program strategis yang harus tetap dilanjutkan dalam rangka kemandirian energi Indonesia dimana melalui program ini kapasitas pengolahan kilang kita menjadi 1,8 juta barel per hari (barrel per day/BPD) dan produksi fuel menjadi 1,5 juta BPD dari saat ini hanya 600.000 BPD pada 2027,” jelas Mamit.

Lebih lanjut dia mengatakan, Program RDMP dan GRR ini juga menunjukan keseriusan Pemerintah dan Pertamina dalam mempersiapkan bahan bakar ramah lingkungan. “Produk yang dihasilkan sudah standard EURO V,” jelas Mamit.

Dengan progress pembangunan yang sudah berjalan seperti Kilang Balikpapan, pihaknya optimistis Pertamina akan sanggup menyelesaikan mega proyek tersebut sesuai target yang diberikan oleh Pemerintah.

Pekerjaan pembangunan kilang baik itu RDMP maupun GRR tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus dilalui seperti persoalan keterbatasan lahan, investasi yang besar, profit jangka panjang, kompleksitas perijinan dan yang pasti sulitnya mencari mitra strategis.

“Pembangunan kilang ini juga harus terintegrasi dengan produk Petrokimia agar semua manfaat dari minyak mentah bisa digunakan,” ucapnya.

Mamit juga menyampaikan bahwa komitmen Pertamina dalam proyek pembangunan kilang ini tidak perlu diragukan karena ini adalah amanah dari Pemerintah. Mereka akan bekerja dengan sebaik-baiknya agar pembangunan kilang ini sesuai dengan target yang ditetapkan. “Kita harus dukung dan kawal pembangunan kilang ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, tingkat kesulitan melakukan ekspansi dan revamping kilang lama jauh lebih tinggi dari pada membangun kilang baru dari lapangan yang masih kosong.

“Membangun kilang baru jauh lebih mudah dari pada melakukan ekspansi dan revamping kilang lama. Karena kalau yang ini untuk mengatur accesibility atau ketercapaian dan constructability atau keterbangunannya jauh lebih sulit,” papar Nicke saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI belum lama ini.

Terkait RDMP Balikpapan, dia mengatakan, bahwa desain proyek Kilang yang dikerjakan di Korea dan di Indonesia itu sudah hampir selesai atau sudah mencapai lebih dari 70 persen.

“Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)-nya mencapai 35 persen dari nilai kontrak tahap pertama yang mencapai USD4 miliar,” pungkasnya.(mdo)



Apa Pendapatmu?