Polda Riau Tindak Lanjuti Kasus Penipuan PT STM

indopos.co.id – Pihak Polda Riau menindaklanjuti pengaduan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh PT STM. Polda Riau telah melakukan gelar perkara atas penyelidikan kasus tersebut pada tanggal 24 Juni 2020 lalu. Dalam gelar perkara tersebut, Polda telah mengundang pihak pelapor dan terlapor yakni dari PT STM yang diwakili oleh kuasa hukumnya.

Dalam proses gelar perkara tersebut, pihak penyelidik Polda Riau memberikan pemaparan tentang duduk perkara penipuan dan penggelapan yang melibat PT STM tersebut. “Polda menetapkan untuk meningkatkan kasus penipuan dan penggelapan ini ke tingkat penyidikan,” tukas Paisal Lubis selaku kuasa hukum pelapor.

Pihak Polda Riau juga telah melakukan olah TKP pada bulan Juni 2020 lalu. Olah TKP dilakukan langsung di lahan yang diperjanjikan oleh PT STM untuk ditanami singkong. Dari hasil penyelidikan pihak Polda, didapati bahwa lahan tersebut belum ditanami singkong sebagaimana mestinya. “Ini fakta bahwa peristiwa itu memenuhi unsur penipuan dan penggelapan yang telah merugikan orang lain Milyaran rupiah,” terang Paisal Lubis yang merupakan advokat asal Medan tersebut.

Atas kejadikan itu, maka PT STM pun diadukan ke Polda Riau. Pengaduan bermula dibuat oleh kuasa hukum MD Nafis tersebut, yang laporan itu kemudian ditindaklanjuti Polda dengan melakukan penyelidikan. Kasus ini kini tengah dalam tahap penyidikan yang tidak lama lagi akan ditetapkan tersangkanya. “Kita berharap Polda Riau segera mengusut tuntas kasus ini agar tidak terjadi lagi penipuan yang merugikan masyarakat banyak,” tukas Paisal lagi.
Menindaklanjuti hasil gelar perkara di Polda Riau itu, pihak MD Nafis telah membuat laporan pengaduan ke Polda Riau pada tanggal 25 Juni 2020. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/248/VI/2020/SPKT/Riau. Atas laporan tindak pidana ini, kasus ini terus diusut tuntas oleh Polda Riau untuk ditindaklanjuti.

“Kita berharap Polda Riau tak ragu untuk mengusut tuntas kasus ini demi melindungi keadilan dan agar masyarakat tak terjebak pada bisnis investasi semacam ini yang merugikan,” ujar Paisal lagi. (yay)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.