Alexa Metrics

Ternyata Disini Ashanty Berburu Permadani

Ternyata Disini Ashanty Berburu Permadani penyanyi Ashanty Berburu karpet Permadani

indopos.co.id – Karpet atau alas lantai sering kita kenal dengan sebutan permadani menjadi barang yang wajib untuk melengkapi interior rumah. Hampir di setiap rumah mempunyai satu atau lebih karpet. Bisnis ini pun tumbuh subur di Jakarta, salah satunya di kawasan Fatmawati, Jakarta selatan.

Puluhan toko menjajakan bisnis tersebut, salah satunya Al Barkat. Toko karpet yang berada di Jl RS Fatmawati No 28 AA, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, berdiri cukup lama. Bahkan ditengah pandemi bisnis tersebut tak ada matinya.”Saya pertama kali ke indonesia 2009. waktu itu ayah saya punya 1 toko, “ ujar Atta UL Karim mengawali perbincangan dengan indopos.

Sosok pria muda yang satu ini memang unik. menyenangkan berbincang dengannya. Tak pernah kehabisan tema mengisi obrolan dengannya, bahkan bisa lupa waktu karenanya. ” “Di sini toko pertama saya,” katanya.

Atta Ul Karim, Pemilik nama indah ini tak serta merta berada dalam zona kemapanan. Bisa dikatakan keberuntungan dan keberkahan terus mengiringi dalam setiap langkah dihidupnya. Bahkan saat ini dirinya telah memiliki 27 cabang di 16 kota besar di Indonesia. ”Semuanya penuh perjuangan,” katanya.

Terlahir dari keluarga sederhana, membuatnya dirinya jauh dari sifat sombong. Terpaan keprihatinan masa kecilnya justru membentuknya menjadi pribadi peka terhadap sekitar. ” Jadi saya datang pertama, saya sukses karena niatnya tulus. Waktu itu masih 15 tahun,” ceritanya.

Atta besar di Pakistan, namun saat kecil sudah tertanam sifat empati dalam dirinya. Ia berkisah, ketika bermain dengan hadiah pesawat dari sang ayah yang baru saja pulang dari Indonesia diberikan kepada temannya. Meski tentu berat hati utk anak seusia itu, dia tetap ikhlas memberikan mainan tersebut dengan 1 syarat dia ucapkan “Tolong jangan mainkan di depan saya agar saya tdk sedih,” jelasnya.

Dari empati tersebut, Atta berusaha menerapkan kepada usahanya yakni memberikan pelayanan kepada pembeli. Bahkan dengan tampak bak selebriti, tak banyak yang tau bahwa dirinya pemilik toko karpet. ” Waktu itu niatnya tulis mau baik sama semua orang, saya nggak nawarin karpet. tapi orang mulai nanya soal toko saya. saya ajak silaturahmi ke sini, setelah itu orang baru tahu,” katanya.

Dari pertemanan bisnis yang digelutinya pun makin berkembang. Tak hanya masyarakat biasa para pejabat pun tertarik dengan bisnisnya. ” Ada saja PNS yang kenal saya. dia kenalin saya sama bosnya dan berbelanja cukup banyak di sini,” katanya

”Kalau kita niatnya tulus, insya Allah Allah balas kebaikan kita. kita juga pelan-pelanlah. kalau terlalu cepat buka banyak toko pusing juga,” sambungnya.
Terkait kulitas dan bentuk karpet, Atta mengakui jenis karpet tidak ada batasnya, dirinya saja menyedikan 27 jenis untuk karpet mesin. ”kalau tangan saya punya 18 lebih jenis. kalau lihat riwayat karpet ada ratusan jenis,” katanya.

Tak hanya karpet rumah, karpet perkantoran dan tempat ibadah jadi peluang untuk membesarkan usahanya. ” saya punya karpet yang terbaik di dunia, yang sedang juga ada karpet masjid ada yang sampai 1,2 juta per meter. ada juga yang 200 ribu per meter.yang 8 miliar per lembar juga ada,” katanya.

Tak salah, pelangganya pun tak hanya kalangan pemerintah dan pengusaha, kalangan artis pun menjadi langannanya, salah satunya Ashanty hingga Myrasih. “Balik lagi ke niat, saya banyak kenal sama orang, ternyata bosnya artis, pejabat, tentara. kalau niat baik dan tulus bisa bagus,”katanya.

Ia memperlakukan semua pelanggannya sama baiknya. Tidak ada membeda-bedakan. Kadang hubungannya dengan pelanggan bukan sekadar pembeli dan penjual, tapi seperti teman.

“Bukan cuma artis ya, sama siapa saja berteman. Saya enggak pernah pilih-pilih teman,” lanjutnya.
Atta Ul Karim bersikap demikian karena sadar ketika usahanya belum sebesar sekarang. Hidupnya kala itu belum seberuntung sekarang.”Waktu saya susah banyak yang mau berteman sama saya,” ucapnya.(ash)



Apa Pendapatmu?