Alexa Metrics

Ekspor Benih Lobster Disoal, KKP Siap Diaudit

Ekspor Benih Lobster Disoal, KKP Siap Diaudit lustrasi benih lobster

indopos.co.id – Menjawab pro kontra soal izin ekspor benih lobster puluhan perusahaan domestik. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku siap diaudit atas keputusannya itu. Ia pun siap dilakukan audit proses seleksi perusahaan penerima izin ekspor. Itu menjawab tudingan sementara pihak yang menyebut adanya be- berapa orang dekat Edhy selaku pemilik perusahaan tersebut.

”Jadi ada perusahaan yang dise- but berkorelasi dengan saya, sahabat saya. Padahal saya sendiri tidak tahu kapan mereka mendaftarnya. Karena ada tim sendiri yang memutuskan izin ini, terdiri dari semua dirjen, dan irjen. Silakan saja kalau curiga, itu biasa. Silakan audit, cek, KKP sangat terbuka,” ujar Edhy dalam keterangan persnya, Rabu (8/7/2020).

Ia menuturkan, pendaftaran perusahaan eksportir benih lobster ditangani tim yang terdiri dari semua eselon I KKP, termasuk pihak pengawasan dari inspektorat. Edhy memastikan tidak mencampuri apalagi mengintervensi proses pemberian izin bagi pendaftar eksportir benih lobster.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menitikberatkan pengawasan pada proses pemberian izin, bukan malah mengurusi perusahaan siapa yang mendapat izin. Sebab menurutnya perusahaan dan koperasi manapun boleh mengajukan diri sebagai eksportir benih lobster.

”Lantas ada dua tiga nama yang dikaitkan dengan saya, dan langsung dinilai macam-macam. Tapi tolong lihat, ada puluhan perusahaan yang mendapat izin. Atau karena saya menteri, semua temen-teman saya tidak boleh berusaha? Tolong supaya fair. Kesamaan pada siapa saja seleksi itu. Saya tidak memperlakukan istimewa sahabat- sahabat saja. Yang jelas, keluarga saya, lingkungan kerabat saya, masyarakat keluarga saya, tidak saya libatkan. Termasuk istri saya, saya larang untuk itu,” kata Edhy agak berkeluh kesah.

Edhy juga beralasan, keputusan yang diambilnya sudah berdasarkan kajian ilmiah dan mengikuti semua prosedur. Menurutnya, alasan utamanya mengeluarkan izin tersebut ingin menghidup- kan kembali puluhan ribu nelayan penangkap benih yang kehilangan pekerjaan dan mendorong majunya budidaya lobster nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan.

”Saya tidak peduli dibully. Yang penting saya berbuat yang terbaik untuk masyarakat saya. Saya tidak takut dikuliti, karena yang saya perjuangkan bagaimana masyarakat kita bisa makan,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, di hadapan Komisi IV DPR RI, Edhy juga menngatakan dirinya tidak memberi
keistimewaan atau privilege terhadap perusahaan tertentu terkait regulasi lobster itu. Bahkan, ia menjamin dirinya tidak memiliki motif pribadi selain demi nelayan dan kemajuan budidaya lobster.

”Siapapun (perusahaan) silakan masuk,” ujar Edhy di gedung DPR RI.

Kepada para anggota Komisi IV DPR, Edhy mengungkapkan, berdasarkan kajian akademis, persentase kelangsungan hidup (survival rate) benih bening lobster jika dibiarkan di alam hanya 0,02 persen, atau hanya satu dari 20 ribu yang bakal tumbuh hingga dewasa. Sebaliknya, jika dibudidayakan, survival rate benih lobster bisa meningkat 30 persen hingga 80 persen, tergantung metode budidayanya.

”Kalau ditanya berdasarkan apa
kami memutuskan, sebetulnya berdasarkan nilai historis kemanusiaan karena rakyat kita butuh makan dan berdasarkan penelitian juga ada,” kata Edhy.

Ia menuturkan, potensi lobster di seluruh wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia, lebih dari 27 miliar. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari 6 jenis lobster yang terdapat di Indonesia, dimana dua di antaranya, pasir dan mutiara tergolong sebagai komoditas populer.

Dan untuk menjaga keseimbangan, Edhy memastikan pihaknya memagari regulasi lobster melalui beleid pembudidaya wajib melepasliarkan (restocking) 2 persen dari hasil panen. Selain itu, KKP juga akan terus melakukan pengawasan serta tak ragu mencabut izin perusahaan yang me- langgar ketentuan.

”Tidak boleh di bawah harga Rp5 ribu (harga dari nelayan), tidak ada penekanan harga. Kalau ada perusahaan yang menekan harga langsung kami cabut izinnya. kontrolnya sangat mudah, semua terdata dinmana tempatnya, di mana mereka berusaha,” pungkas Edhy. (ind)



Apa Pendapatmu?