Alexa Metrics

Respon RUU HIP Harus Solutif dan Utamakan Unjuk Pikir

Respon RUU HIP Harus Solutif dan Utamakan Unjuk Pikir Foto ilustrasi

indopos.co.id – Penolakan demi penolakan atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HI yang semakin santer terdengar Kembali menimbulkan rasa kekhawatiran akan munculnya Gerakan-gerakan jalanan sebagai ekpresi dari penolakan tersebut.

Menyikapi ini, pakar hukum Universitas Al Azhar Suparji Ahmad punya pandangan berbeda. Menurutnya, respon terhadap suatu isu tak selamanya mesti dengan unjuk rasa. Dalam beberapa hal, unjuk pikir jauh lebih diperlukan untuk menjaga kondusifitas sosial terutama di masa pandemi ini.

“Respon terhadap RUU HIP hendaknya elegan, konstruktif dan solutif, bukan malah kontraproduktif. Pola unjuk rasa perlu disubstitusi dengan unjuk pikir untuk mengatasi masalah distorsi internalisasi dan implementasi nilai-nilai Pancasila,” kata Suparji Ahmad saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi virtual Human Studies Institute (HSI) Sabtu, (11/7/2020).

Akan tetapi, sebagai akademisi di bidang hukum, Suparji tetap mengapresiasi semua elemen masyarakat yang sudah menyampaikan aspirasi terkait polemik RUU HIP ini. Menurutnya, jika sampai disahkan, RUU ini sangat berpotensi meunculkan gejolak di masyarakat.

“Seandainya RUU HIP disahkan, maka besar kemungkinan akan terjadi gejolak dikalangan masyarakat. Baru RUU saja sudah menjadi polemik apalagi disahkan.” Lanjut Suparji.

Tak hanya itu, Suparji juga mengingatkan DPR dan pemerintah agar ke depan naskah akademik suatu RUU harus benar-benar diserahkan kepada akademisi bukan politisi, apalagi stafnya politisi. Setelah itu baru dibahas di DPR dan berubah menjadi naskah politik yang akan diperjuangkan menjadi Undang-Undang.(mdo)



Apa Pendapatmu?