Alexa Metrics

Laboratorium untuk Pemeriksaan Covid-19 masih Kurang

Laboratorium untuk Pemeriksaan Covid-19 masih Kurang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana selaku Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020). Foto: Aprillio Akbar/wsj/Antara

indopos.co.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemerintah memiliki 246 laboratorium untuk memeriksa spesimen Covid-19.

Namun, Doni mengatakan, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan di daerah. “Sekarang jumlah laboratorium kita sudah mencapai 246 dan ini tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan yang ada di daerah karena masih sangat kurang,” kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Menurut Doni, 246 laboratorium ini memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan spesimen per hari sebanyak 22 ribu sampai 23 ribu spesimen.

Namun, pihaknya menargetkan pemeriksaan 30 ribu spesimen per hari, sehingga dibutuhkan penambahan jumlah laboratorium. “Ini akan terus kita optimalkan, hingga capai 30 ribu spesimen,” ujar dia.

Selain itu, Doni mengatakan, pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan mesin polymerase chain reaction (PCR) masih perlu ditingkatkan.

Adapun terkait rapid test, menurut Doni, sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan sudah menetapkan tarif biaya rapid test sebesar Rp150 ribu.

“Ini untuk menghindari beban biaya masyarakat yang membutuhkannya karena juga dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan biofarma telah produksi rapid test dengan harga pasar 75 ribu per unit, mudahan-mudahan akan membantu nantinya,” kata dia.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, masih ada penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga Senin (13/7/2020).

Menurut Yurianto, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga pukul 12.00 WIB pada Senin ini, ada penambahan 1.282 kasus baru Covid-19.

Jumlah ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 13.100 spesimen dalam 24 jam terakhir. “Sehingga secara akumulatif ada 76.981 kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini,” kata Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin sore (13/7/2020).

Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 25 provinsi.

Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi, yakni DKI Jakarta (281 kasus baru), Jawa Timur (219 kasus baru), Sulawesi Selatan (124 kasus baru), Jawa Tengah (100 kasus baru) dan Papua (98 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 461 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Selain itu, Yuri menyampaikan ada sembilan provinsi yang tidak terdapat kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sembilan provinsi itu yakni Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat dan NTT.

Yuri melanjutkan, pemerintah juga mencatat ada penambahan 1.051 pasien yang telah dinyatakan sembuh. “Dengan demikian, total pasien sembuh ada 36.689 orang,” tutur Yuri.

Kemudian, Yurianto menyatakan, kabar duka dengan masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Ada penambahan 50 pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif virus corona. “Sehingga jumlah pasien meninggal dunia menjadi 3.656 orang,” ujar Yuri.

Berikut ini data sebaran kasus baru Covid-19 di 25 provinsi hingga 13 Juli 2020:

1. DKI Jakarta: 281 kasus baru

2. Jawa Timur: 219 kasus baru

3. Sulawesi Selatan: 124 kasus baru

4. Jawa Tengah: 100 kasus baru

5. Papua: 98 kasus baru

6. Jawa Barat: 83 kasus baru

7. Kalimantan Selatan: 72 kasus baru

8. Bali: 62 kasus baru

9. Sumatera Selatan: 50 kasus baru

10. Sumatera Utara: 44 kasus baru

11. Kalimantan Tengah: 26 kasus baru

12. Maluku: 26 kasus baru

13. NTB: 23 kasus baru

14. Sulawesi Utara: 20 kasus baru

15. Maluku Utara: 13 kasus baru

16. DIY: 8 kasus baru

17. Sulawesi Tenggara: 7 kasus baru

18. Banten: 6 kasus baru

19. Kalimantan Barat: 5 kasus baru

20. Kalimantan Timur: 5 kasus baru

21. Gorontalo: 4 kasus baru

22. Riau: 3 kasus baru

23. Kalimantan Utara: 1 kasus baru

24. Lampung: 1 kasus baru

25. Sulawesi Barat: 1 kasus baru

Total: 1.282 kasus baru. (wok)



Apa Pendapatmu?