Alexa Metrics

BKSDA Sumbar Amankan Harimau Sumatera

BKSDA Sumbar Amankan Harimau Sumatera Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) berada dalam perangkap BKSDA Sumbar setelah disuntik obat bius di Korong Surantiah Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (13/7). (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

Indopos.co.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) menangkap harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Satwa liar itu sukses dijinakkan di Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Sebulan terakhir meresahkan warga karena telah menerkam sejumlah ternak warga.

”Harimau sudah meresahkan warga dan pada Sabtu (11/7), kami juga mendapatkan laporan mengenai hal itu,” tutur Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar Eka Damayanti, di Lubuk Alung, Senin (13/7).

Ia menambahkan berdasar laporan itu, dan juga permintaan warga, pihaknya memasang perangkap Senin (13/7) pagi. Kemudian, mendapatkan laporan dari warga seekor harimau sumatera itu masuk dalam perangkap. Pihaknya belum bisa mengetahui pasti ukuran serta jenis kelamin harimau tersebut karena belum dilakukan analisa. Namun, diperkirakan usia harimau itu menjelang remaja.

”Untuk sementara harimau sumatera itu kami evakuasi. Kami periksa kondisi kesehatannya untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” tegasnya.

Pada Sabtu (11/7), sejumlah ekor kambing di Korong Surantiah, Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung diterkam hewan buas tersebut. Itu merupakan kali ketiga setelah terjadi peristiwa penerkaman hewan ternak itu pada Juni 2020.

Meski warga mencurigai dilakukan macan dahan, namun sekarang BKSDA Sumbar menangkap harimau sumatera di nagari itu. Sebelumnya, tujuh ekor kambing milik warga Korong Surantiah, Koto Buruak, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, ditemukan mati dalam kandang. Itu terjadi karena diterkam hewan buas diduga macan dahan (Neofelis diardi diardi).

”Itu diketahui pemilik pada Sabtu (11/7) pukul 16.00 WIB saat akan melepas ternak dari kandang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah,” tambah Sekretaris Nagari Lubuk Alung Landi.

Ia menambahkan pada saat itu, tujuh ekor kambing sudah mati di dalam kandang. Kondisi salah satu kambing habis dimakan hewan buas. Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB peternak itu melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah korong dan nagari setempat.

Selanjutnya, informasi diteruskan ke BKSDA. Kemudian, BKSDA beserta pemerintah nagari dan pihak terkait mendatangi kandang untuk melihat jejak hewan buas tersebut. Lalu, memasang kamera namun posisi bangkai kambing berubah dari posisi semula. (ant)



Apa Pendapatmu?