5 Ton Kerapu di Ekspor ke Hongkong

Pendapatan Devisa Terus Digenjot

Indopos.co.id – Pengusaha budidaya ikan kerapu di Belitung mengekspor 15 ton ikan kerapu ke Hongkong. Ekspor ikan senilai USD90 ribu sekitar Rp 1,3 miliar itu merupakan aktivitas ekspor kerapu pertama kali di Kabupaten Belitung sejak wabah COVID-19 berlangsung di Indonesia empat bulan lalu. Panen ikan kerapu itu sendiri digelar di Keramba Jaring Apung (KJA) yang berlokasi di perairan Pulau Ru Desa Pegantungan Kecamatan Badau Kabupaten Belitung.

”Ini ekspor perdana ikan di tengah pandemi COVID-19, yang memang selama ini untuk ekspor berhenti sementara sejak wabah corona. Nah ini mulai lagi,” kata Bupati Belitung Sahani Saleh, Selasa (14/7).

Baca Juga :

Sahani juga mengatakan kalau ekspor ikan kerapu ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat Belitung sejak pandemi. Ia juga memastikan usaha budidaya kerapu akan menjadi program prioritas ke depan, dan akan terus dikembangkan, mengingat potensi budidaya laut di Belitung sangat luar biasa.

”Karena budidaya perikanan ini juga membuat multi player effect, dan ini berdampak kepada nelayan kecil. Seperti pakan (makanan) ikan kerapu, itu dari nelayan kecil dan bukan sedikit. Banyak sekali menghabiskan pakan dalam sehari. Karena itu nanti Pemda akan menjadikan budidaya perikanan ini sebagai program prioritas daerah yang diharapkan menopang perekonomian,” terang Sahani.

Baca Juga :

Untuk diketahui, sebagai daerah kepulauan, Belitung memiliki potensi sektor perikanan yang luar biasa. Pertumbuhan sektor perikanan terbilang cepat meningkat lantaran, selain pengembangan budidaya difokuskan untuk komoditas ekspor, juga karena letak geografis Belitung yang memiliki kemudahan akses dengan negara tujuan ekspor, terutama Hongkong.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto memastikan akan terus menggenj ot devisa ekspor dari produksi ikan kerapu sebagai komoditas unggulan budidaya, termasuk kerapu. Itu dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi. Ia menilai, ikan kerapu berpotensi menjadi salah satu unggulan dalam meraup devisa ekspor.

”Pertumbuhan ekonomi kita saat ini sedang tertekan sangat dalam akibat pandemi Covid-19. Karena itu salah satu upaya yang harus dilakukan yakni dengan menggenjot ekspor. Sebagai sektor strategis berbasis pangan maka akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan kawasan potensial guna menggenjot produksi,” urai Slamet. (ind)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.