Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Indopos.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memastikan menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan. Karena tindakan tersebut dapat menyebabkan bencana kabut asap.

”Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) solusi terbaik mencegah. Pendekatannya yaitu pendekatan kesejahteraan, pendekatan lingkungan hidup, dan pendekatan hukum. Artinya, kita mengutamakan tindakan persuasif tetapi tindakan tegas jika ada yang melanggar,” tutur Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, di Palangkaraya, Kalteng, Selasa (14/7).

Baca Juga :

Fairid mengatakan sebagian besar wilayah Ibu Kota Provinsi Kalteng merupakan lahan gambut sangat rentan terjadi karhutla. Apalagi, berdasar prakiraan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wilayah Provinsi Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya akan masuk musim kemarau akhir Juli hingga September 2020.

Untuk itu, Fairid mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam antisipasi dan penanganan karhutla penyebab bencana kabut asap.

Baca Juga :

”Pastikan lahan tidak terbakar. Jika melihat ada kejadian kebakaran atau orang melakukan pembakaran hutan dan lahan segera lapor petugas. Mari bersama menjaga agar saat pandemi Covid-19 tidak diperparah dengan Karhutla,” seru Fairid.

Saat ini, Fairid menerapkan siaga darurat bencana Karhutla. Tim satuan tugas penanganan karhutla Kota Palangka Raya tahun ini terdiri dari 200 orang lebih melibatkan unsur pemerintah kota, TNI, Polri, ormas, dan relawan.

Baca Juga :

LBH Konsumen Jakarta Soroti Spam SMS Iklan

”Saat ini, tim fokus pada pencegahan, sosialisasi bahaya, dan cara pencegahan, patroli keliling daerah rawan karhutla,” ucapnya.

Selain itu, nanti tim juga akan menyosialisasikan setiap masyarakat akan membuka lahan wajib berkoordinasi dengan ketua RT, RW, lurah, camat, babinsa, dan bhabinkamtibmas. (ant)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.