KostraTani Tuban Dukung Ketahanan Pangan Nasional

indopos.co.id- Demi ketersediaan pangan bagi 267 juta rakyat, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginstruksikan penyuluh mendorong petani melakukan percepatan tanam. Dapat dilakukan dengan sistem metuk atau dengan tumpang sisip, karena Mentan berharap pangan tidak bersoal.

Terkait dengan ketersediaan pangan, Mentan Syahrul telah menetapkan empat program utama pembangunan pertanian, yaitu meningkatkan produksi dan produktivitas, menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah, di antaranya pengembangan dan penerapan mekanisasi serta akselerasi inovasi teknologi.

Menindaklanjuti instruksi Mentan, Pemerintah Labupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur (Jatim) telah melakukan pendampingan para penyuluh yang terus mendorong petani melakukan percepatan tanam, langsung turun ke sawah agar peningkatan produksi tujuh persen per tahun yang dicanangkan pemerintah terwujud.

Penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Tuban dan BPTP Jatim aktif mendampingi kegiatan tanam padi, gerakan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) jagung dan percepatan panen jagung.

Baca Juga :

Penyuluh Pusat, Sri Puji Rahayu di Kementerian Pertanian (Kementan) RI selaku pembina penyuluhan pertanian Jatim melaporkan aktivitas mereka meliputi tanam padi seluas 148 hektare (ha) milik kelompok tani (Poktan) Bahagia di Desa Simorejo, Kecamatan Widang didampingi penyuluh Tomas Misni. Panen jagung oleh Poktan Rukun Santoso di Desa Karangasem, Kecamatan Jenu seluas setengah hektar dari varietas Bisi 2, didampingi penyuluh Suseno.

“Kemudian percepatan panen jagung Poktan Sumber Makmur di Desa Waleran, Kecamatan Grabagan dengan varietas NK212 seluas satu hektar bersama penyuluh pendamping Sepria Oktanama,” katanya melalui keterangan tertulis yang dihimpun Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Baca Juga :

Selain itu penyuluh bersama petani didukung Brigade OPT juga melakukan pendampingan gerakan pengendalian OPT tanaman jagung yang dikelola Poktan Sumber Hasil di Desa Remen, Kecamatan Jenu, seluas enam ha dari varietas NK Perkasa, setelah mendapat serangan ulat grayak didampingi penyuluh Wahyulina.

Sri Puji Rahayu menilai kebersamaan petani dan penyuluh merupakan wujud sinergitas Kostratani di lapangan. Apresiasi layak diberikan pada pemangku kebijakan di Tuban menggerakkan sektor pertanian melalui Komando Gerakan Pembangunan Pertanian (Kostratani) di provinsi, kabupaten dan kecamatan.

“Patut diacungi jempol karena mereka telah berusaha dan memaksimalkan peran aktif para pelaksana di lapangan seperti diinstruksikan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa pertanian tidak berhenti di tengah Pandemi COVID-19,” paparnya.

Dedi Nursyamsi berpesan bahwa bantuan pemerintah berupa benih dan alsintan (alat mesin pertanian) serta sarpras lainnya agar dimanfaatkan sebaik-baiknya agar dapat dirasakan manfaatnya oleh petani. Demikian pula dengan pelatihan tematik bagi penyuluh, katanya sangat bermanfaat karena penyuluh yang akan menyampaikan ilmu hasil pelatihan kepada petani. Kemudian petani menularkan kepada petani lain di sekitar khususnya Kabupaten Tuban. (mdo/cok)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.