Bale, James dan Zidane Barikade Persoalan Real Madrid

Indopos.co.id – Setelah satu musim penuh meliuk-liuk di lapangan, pada akhir musim, pemain ternyata harus pandai bersilat lidah. Artinya, seorang pemain harus bisa bernegosiasi dengan manajemen soal prospek untuk musim berikutnya. Ada yang mungkin ingin memperbarui kontrak. Ada pula yang meminta kenaikan gaji. Di saat-saat seperti itu, manajemen mengeluarkan sejumlah acuan.  Acuan utamanya adalah prestasi terakhir. Acuan penting berikutnya adalah usia bermain. Dan, jangan lupa daya tahan. Artinya, apakah seorang pemain rentan cedera atau tidak. Masa-masa emas tentu ketika pemain berada di usia kepada dua. Kurang, apalagi lebih dari itu, tentu saja seringkali diabaikan.

Faktor terakhir inilah yang terjadi pada sejumlah pemain. Mereka punya nama besar. Bahkan, ada yang masuk kategorisasi megabintang.  Lihat saja ke Real Madrid. Klub raksasa Spanyol yang tampil sebagai juara La Liga 2029-2020 ini kerap kali menjadi surga sekaligus neraka bagi pemain bintang.  Ya, surga kalau semuanya berjalan sesuai rencana. Artinya, selain bermain bagus, timnya juga mendapatkan prestasi besar. Kalau yang terjadi sebaliknya tentu jadi neraka.

Baca Juga :

Resto Asli Korea Berbintang Michelin

Los Blancos punya dua megabintang. Dua megabintang itu adalah Gareth Bale dan James Rodriguez. Di awal-awal kedatangan, keduanya masih mendapatkan taman bermain yang indah di Madrid. Seiring berjalannya waktu, menit bermain mereka bukannya bertambah, tapi justru berkurang. Lama-lama akhirnya tersisih. Setelah itu, keduanya tak lebih dari sekadar pelengkap penderita.

Bale dan James punya cerita sendiri-sendiri. Bale tersisih dari skuad utama karena menjadi jenis pemain kaca. Sekali dua kejadian tentu tidak masalah, tetapi kalau cederanya lama dan berulang-ulang tentu membuat klub gerah. Konsekuensinya adalah tersingkir dari tim utama. Di kala tersingkir, Bale bikin ulah aneh-aneh. Sikapnya itu kerapkali bertentangan dengan etika klub.

Baca Juga :

Bank DKI Sabet Tiga Penghargaan

Tengok saja sikap Bale yang pura-pura tidur sambil mengenakan masker sementara teman-temannya harus berjuang hingga titik darah penghabisan pekan lalu. Sikap kurang ajar Bale itu bikin klub geram. Zinedine Zidane minta Bale harus out dari Madrid pada musim kompetisi mendatang. Entah kenapa bos Madrid Fiorentine Perez masih ingin mempertahankannya.

Sikap Perez itu bikin Zidane geram. Zidane kemudian memberikan konferensi pers khusus. Zizou mengatakan, ia sebetulnya kerasan di Real Madrid, tapi ia tetap saja mengatakan apa pun bisa saja berubah. Dan, perubahan itu bukan hanya terjadi dalam hitungan pekan, hari, atau jam, tetapi menit, bahkan detik.  Pernyataan Zizou menjadi isyarat bagi Fiorentine Perez agar memberikan kebebasan kepadanya untuk menyusun kerangka tim, termasuk juga mengeluarkan pemain yang dianggap akan merongrong kerangka tim.

Baca Juga :

Begini Jadinya Bila Bulan Tak Setia pada Bumi

Lain halnya dengan James Rodriguez. Soal James jauh lebih rumit. Kendalanya bukan persoalan teknis. Bukan pula karena soal cedera, tapi karena soal attitude. Dan, itu terjadi sudah lama, sudah lima tahunan. Suatu ketika, James yang lama tidak dipasang mencetak gol. Yang bikin masalah adalah gaya berselebrasinya yang cenderung kurang ajar. James menunjuk-nunjuk jidatnya. Seolah-olah ia berteriak kepada seseorang, ‘’Otakmu di mana. Lihat, saya mencetak gol.’’

Kepada sebuah radio Kolombia, James pernah mengatakan, itu sindiran untuk tim pelatih yang tidak memberikan kans lebih banyak kepadanya untuk bermain. Padahal, Zizou punya alasan kuat untuk ‘’memanusiakan’’ James. James memang gemar keluyuran ke tempat hiburan. Ia sesekali menenggak minuman terlarang untuk atlet. Sudah begitu, keesokan harinya, ia bangun kesiangan dan telat mengikuti prosedur standar latihan klub. Inilah yang bikin Zizou tidak pernah menerima kehadiran James 100 persen.

Kalau saja James mengikuti aturan main Zizou, kapten tim nasional Kolombia ini tidak akan dibiarkan terlunta-lunta seperti sekarang. James merasa dia adalah pemain top. Dia lupa bahwa Zizou adalah seorang maestro di zamannya. Jangankan James, Cristiano Ronaldo yang bersama Lionel Messi disebut-sebut sebagai alien sepak bola saja menaruh respek yang luar biasa kepada Zizio, apalagi James. *

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.