Okta Wirawan Lebarkan Sayap Bisnis Kuliner Meski Pandemi

indopos.co.id – Lesunya bisnis kuliner di wilayah Bekasi dan sekitarnya, akibat pandemi Covid-19, rupanya tidak menghambat Okta Wirawan untuk memperlebar usahanya.

Kedai Abuya hadir di tengah pemukiman dengan promosinya yang menarik hati peminat, mendapat tanggapan positif dari warga sekitar.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat dan harga yang terjangkau sesuai kantong, menjadi daya tarik warga untuk mengunjungi kedai Abuya yang baru saja dibuka di Jalan Nusantara Raya, Aren Jaya, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (19/7/2020).

Salah satunya, Ika (43). Ibu tiga anak itu mengaku cukup terbantu dengan adanya Kedai Abuya yang menyediakan makanan pokok dengan harga bersahabat di tengah lesunya perekonomian warga, akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga :

“Iya karena selain diterapkannya protokol kesehatan yang ketat, harga-harga di sini juga cukup murah dibandingkan di kedai makanan lain. Apalagi ini makanan pokok yang setiap harinya kita makan. Untuk nasi dengan daging ayam itu harganya cukup Rp 12.000-14.000. Harapan saya harganya tetap segitu seterusnya, bukan cuma karena lagi promo saja,” kata Ika, Minggu (19/7/20).

Hal senada juga diungkapkan Mia (38). Menurutnya, selain harga yang terjangkau, ia juga merasa nyaman untuk mencicipi makanan di kedai milik Okta Wirawan tersebut karena adanya arena bermain untuk anak-anak serta sebuah ruangan Mushola untuk shalat.

Baca Juga :

“Jadi enggak perlu khawatir membawa anak atau mau salat. Selain itu tempatnya juga cukup aman karena protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung yang tidak pakai masker, tidak boleh masuk,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Okta Wirawan selaku pemilik Abuya mengaku memang sengaja memilih membuka usahanya di tengah pemukiman warga dengan harga yang terjangkau.

Menurutnya, di tengah kondisi sulit seperti ini, perlu untuk memberikan perhatian khusus terhadap warga yang tidak memiliki kemampuan daya beli, terutama untuk makanan-makanan pokok.

“Karena itu memang sudah komitmen kami, membuka usaha sambil membantu warga,” jelasnya.

Dijelaskan kedainya memberikan beberapa jenis paket makanan karena lebih hemat. Misalnya ayam bakar, ayam geprek, dendeng, lele goreng, nasi kebuli, bebek goreng, bebek goreng, nasi urap.

Paket ayam geprek terdiri dari ayam geprek sambel bawang, barbeku, black papper, saos keju, keju parut mozarella. Ada juga serba 10 ribu yakni dimsum, roti cane coklat, martabak telor, ayam goreng paha, aneka jengkol, pecel madiun, lele goreng, sosis jumbo.

Selain itu, Okta yang bermitra dengan pasangan suami istri, Febian (33) dan Intan (33) untuk membuka usahanya itu menjelaskan bahwa berdasarkan pengalamannya, omzet usaha yang dibukanya di tengah pemukiman warga sejauh ini cukup stabil.

“Sebanyak 20 cabang yang sudah kami buka sejauh ini, omzet Abuya yang ada di tengah pemukiman warga, cukup stabil karena setiap orang pasti akan makan,” tutup dia.(mdo)

Komentar

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.